[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

MateBEAN> KOPASSUS PAKSA PREMAN UNTUK DEMO TANDINGAN



KOPASSUS PAKSA PREMAN UNTUK DEMO TANDINGAN

	JAKARTA (MateBEAN, 16/6/98), Sejumlah intel Kopassus kini tengah sibuk
mencari pemuda Timor Timur yang tinggal di Tanah Abang guna melakukan demo
tanding di Departemen Luar Negeri. Aksi ini diperlukan untuk menanggapi demo
yang dilakukan oleh Front Nasional Pemuda Timor Leste (FRONPETIL) Jumat
(12/6) lalu.

	Menurut sumber MateBEAN di Tanah Abang, tokoh yang dipercayai akan mewakili
organisasi-organisasi kepemudaan yaitu Pemuda Pancasila (PP) dan Pemuda
Panca Marga (PPM) adalah preman kesohor Tanah Abang asal Timtim yang
dibeking Prabowo, Hercules. 

	Sebagian pemuda  yang berhasil meloloskan diri dari Tanah Abang karena
menolak ikut aksi tandingan menyatakan bahwa beberapa perwira intel sejak
Sabtu (13/6) lalu melalukakan pemaksaan pada Hercules untuk menggerakkan
pemuda-pemuda dari kedua organisasi itu guna melakukan aksi tandingan. Ada
kemungkinan juga bahwa Hercules akan memaanfaatkan kesempatan ini untuk
memperoleh kepercayaan dari pihak militer agar memperoleh lahan di Tanah
Abang sesudah ia terusir dari wilayah Bongkaran beberapa tahun lalu.

	Ada kesulitan bagi Hercules untuk menggerakkan pemuda-pemuda asli Timor
Timur, karena kebanyakan dari mereka menolak untuk ikut. Untuk itu pihak
militer berencana memaksa Hercules untuk mengatas-namakan kedua organisasi
itu untuk membuat pernyataan pernyataan yang anti-referendum, jika ia gagal
mengajak pemuda asal Timor Timur.

	Sementara itu, Senin (15/6) sebagian dari demonstran yang tergabung dalam
Front Nasional Pemuda Timor Leste Senin menghadap KOMNAS HAM untuk
menyampaikan Protes atas tindakan aparat militer Indonesia dalam mengatasi
aksi damai mereka di depan Kantor Deplu Jumat (12/6) lalu.

	Sekitar 1.300 pemuda dan mahasiswa Timor Timur seJawa-Bali yang tergabung
dalam Front Nasional Pemuda Timor Leste melakukan aksi menuntut referendum
bagi Timor Timur. Pihak keamanan yang merupakan gabungan Brimob, Kostrad,
Paskhas, Marinir dan kavaleri menyerbu dan memaksa mereka keluar dari
halaman gedung Deplu dengan kekerasan. Hal ini mengakibatkan banyak
demonstran yang pingsan dan luka-luka. Bahkan sebagian hingga kini masih
dirawat di rumah sakit.***