[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
MateBEAN> PEMUDA TIMTIM GELAR AKSI DI RUMAH HABIBIE
PEMUDA TIMTIM GELAR AKSI DI RUMAH HABIBIE
JAKARTA (MateBEAN, 25/6/98), Puluhan pemuda Timor Timur yang
tergabung dalam Front Nasional Rakyat Timor Leste (FNRT) memberi ucapan
selamat ulang tahun kepada Presidsen BJ Habibie yang ke 62 dengan menggelar
aksi di dekat rumah kediaman Presiden BJ Habibie di kompleks perumaham
pejabat tinggi di Patra, Kuningan, Jakarta, Kamis (25/6) kemarin.
Anggota FNRT bergabung dengan ratusan massa Komite Reformasi Total (KRT)
yang terdiri dari massa PUDI, PRD, Forum Fisabililah, Forum Islam untuk
Korban Aceh, Papua Barat, Lampung dan Tanjung Priuk, KNPD, Komite Pendukung
Megawati, Partai Kebudayaan Indonesia, Ikadin, KIPP dan Kontras. Tampak
antara lain Ketua Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI), Dr Ir Sri Bintang
Pamungkas.
Para pengunjuk rasa tak bisa mendekat ke rumah Habibie yang telah
diblokir ratusan aparat keamanan sejak pagi hari. Aparat keamanan
mengarahkan massa ke sebuah lapangan bola kecil yang berjarak sekitar 100
meter dari rumah Presiden RI.
Para pemuda Timor Timur pada kesempatan itu menyampaikan sejumlah
imbauan pada pemerintah Indonesia. Mereka menyatakan bahwa kini saatnya
publik Indonesia harus bangun dan sadar. "Rakyat Indonesia harus bangun dari
tidur panjang selama 32 tahun di bawah cengkraman rejim diktator
fasis-militeristik Soeharto. Rakyat Indonesia kini harus bangun dari rasa
ketidakpedulian terhadap nasib bangsa Timor-Leste yang tengah
diporak-porandakan. Rakyat Indonesia harus sadar bahwa rejim diktator yang
mengatas-namakan bangsa dan bendera Merah Putih telah melakukan pelanggaran
atas konvensi-konvensi internasional dan praktek kejahatan perang di
Timor-Leste. Rakyat Indonesia harus sadar akan dosa-dosa po-
litik rezim Soeharto-Habibie dan ABRI yang telah mencaplok dan menjajah
bangsa kecil Timor-Leste tanpa sepengetahuan dan persetujuan khalayak umum
Indonesia," ujar seorang perwakilan pemuda Timor Timur.
"Sadar dari rasa keberpihakan publik Indonesia yang selama ini
memandang isu Timor-Leste hanya sebatas isu hak asasi manusia dan
demokratisasi semata. Sadar bahwa perjuangan rakyat Timor-Leste adalah
sama dengan perjuangan para pejuang heroik Indonesia untuk merebut kemerdekaan
bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Sadar bahwa rezim diktator
Soeharto-Habibie dan ABRI telah mencoreng muka bangsa Indonesia yang
dahulu dikenal sebagai kampiun anti-imperalisme dan kolonialisme. Dan
kini dikutuk oleh komunitas internasional atas praktek-praktek rezim
Soeharto-Habibie dan ABRI yang sangat bertolak belakang dari Pancasila
dan mukadimah UUD 1945," lanjutnya.
Untuk itu lah perwakilan pemuda Timor Timur menyatakan keber-
pihakan, solidaritas dan dukungan nyata mereka untuk bersama-sama
bersatu, berjuang dan melawan rejim penindas guna merebut kembali hak-
hak kedaulatan rakyat Indonesia dan bangsa Timor-Leste yang telah
dirampok selama kurung waktu 3 dasarwarsa adalah suatu tuntutan mutlak
dan realistis. "Hanya ada satu kalimat untuk kita melawan. Reformasi
total bagi rakyat Indonesia dan Referendum yang fair bagi penentuan masa
depan bangsa Timor-Leste."
Demo berlangsung sekitar satu jam dengan diwarnai gelar poster dan spanduk
yang pada intinya mempertanyakan legitimasi pemerintah Habibie, tuntutan
penyitaan harta Soeharto dan para kroninya, pembubaran MPR/DPR, pembebasan
semua tapol/napol tanpa syarat dan segera dilakukannya referendum di Timor
Timur.
Demo kali ini yang lebih merupakan "kado ulang tahun untuk presiden"
berlangsung cukup tertib tanpa terjadi insiden apa pun. Meski sempat muncul
isu bahwa situasi Jakarta tengah menghangat akibat pergantian secara radikal
di tubuh pimpinan ABRI telah menimbulkan ketidakpuasan sejumlah kalangan.***