[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

MateBean> PEMAKSAAN AKSI TANDINGAN DI DILI



PEMAKSAAN AKSI TANDINGAN DI DILI

        DILI (MateBEAN, 29/6/98), Seperti yang telah diberitakan
sebelumnya, di ibukota Timor Timur, Dili, Gubernur Abilio mendatangkan
para pemuda asal Atambua dan meminta mereka untuk berdemonstrasi di
depan perutusan Uni Eropa yang sedang datang berkunjung. Hal ini untuk
memberikan citra bahwa tak semua rakyat Timtim anti-integrasi. Langkah
Abilio ini kemudian berbuntut dengan munculnya kerusuhan akibat ulah
para pemuda Atambua yang dianggap menantang berkelahi dan melecehkan
penduduk asli Timor Timur.

       Berikut adalah kronoli dari perekayasaan yang dilakukan Abilio Soares.


KRONOLOGI PERSIAPAN

        ABRI bersama Gubernur Timtim Abilio Jose Osorio, memaksa rakyat
sipil, pegawai negeri sipil dan kaum muda untuk mengadakan demonstrasi
tandingan selama kunjungan delegasi para Duta Besar Uni Eropa. Semua
pemilik PT dan pengusaha dipaksa untuk menyediakan kenderaan mereka guna
mengangkut masa yang dipaksa untuk mengikuti aksi tandingan itu. Rencana
aksi demonstrasi tadingan  dipersiapkan selama beberapa hari sebagai berikut:

        Rabu, 24 Juni 1998 pagi. Diadakan rapat seluruh Bupati dengan
Gubernur di Kantor Gubernur. Rapat tersebut  bertujuan  menginstruksikan
kepada para Bupati untuk mewajibkan semua pegawai negeri dan masyarakat
agar melaksanakan aksi tandingan. Rapat diadakan  mulai jam 07.30 WITENG
sampai pukul  14.00 WITENG. Rapat diteruskan pada sore hari bersama
kelompok-kelompok seperti: Gardapaksi, Tim Alpha dan  Rajawali, Halalintar.

        Kamis, 25 Juni 1998 pagi. Bupati Dili, Domingos Soares Coly,
mengadakan rapat  bersama seluruh Kepala Desa se-kabupaten Dili  yang
dihadiri oleh Ketua DPRD Tk I Timor Timur. Tujuannya agar para Kepala Desa
menggerakkan massa untuk mengadakan aksi tandingan. Dari semua Kepala Desa
yang hadir, hanya  Kepala Desa Komoro, Vitorino bersama para tokoh
masyarakatnya yang sangat mendukung aksi itu. Sedangkan semua Kepala desa
yang lain menentang keras rencana Gubernur ini. Kata mereka  yang
menentang,  rencana semacam itu hanya  akan  menciptakan kekacauan di
masyarakat dan pertumpahan darah. Selain itu para pegawai negeri yang
dipaksakan merasa sangat keberatan untuk mengikuti aksi tandingan itu. Para
pegawai negeri diancam akan dipecat dari pegawai negeri atau selama tiga
bulan mereka tidak akan menerima gaji.

        Jumat 26 Juni 1998 pukul 07.30 WITENG. Massa yang dipaksa itu akan
diundang  ke Kantor Gubernur untuk menerima  pengarahan  dari gubernur
tentang aksi tandingan yang direncanakan pada Sabtu 27 Juni 1998. Aksi tan-
dingan itu akan diadakan pada Sabtu, 27 Juni 1998, bertepatan dengan kun- 
jungan Delegasi Duta Besar UNI EROPA (Inggris, Austria, Belanda). Tujuan
aksi itu adalah menolak referendum dan mendukung otonomi yang ditawarkan
oleh Pemerintah Indonesia.***


FORCEFUL COUNTER DEMONSTRATION

Chronology of preparation:

        Indonesian military along with the Governor Abilio Jose Osorio, forced
civilian population, civil-servants and young boys to hold a counter
demonstration during the time of Europe Union Ambassadors Delegation visit.
All companies and businessman have to provide their cars, without exception
for the transportation of demonstrators. The plan for the counter
demonstration has been prepared for several days.

        On Wednesday, 24 June 1998, Governor Abilio Jose Osorio invited all
the Chief District of East Timor for a meeting in his office to present the
plan of counter demonstration. The Governor ordered them to bring all
civil-servants and civilian population in the demonstration. The first
meeting began at 7.30 AM until 2.00 PM. The second meeting took place at the
evening with the groups of Gardapaksi, Tim Alpha,  Rajawali and Halilintar.

        Thursday, 25 June 1998, the Chief of District of Dili, had another
meeting with all the headmen of Dili city. There was also the Chairman of
Local House of Representative. The headmen were forced to mobilize their
respective population to involve in the counter-demonstration. The headman
of Comoro, Vitorino is the only one who accepted the plan. All of others
strongly rejected to take part, by the reason of the demonstration should
create disorder and bloodshed. The civil-servants are also strongly
refused to participate, but they are threatened of dismissed from their
jobs and loosing three months of the salary.

        Friday, 26 June 1998, at 7.30 AM all are forced to gather in the
Governor office for the necessary instructions of the Governor, concern
with the counter-demonstration, during the European Union Ambassadors
Delegation (British, Austria and Dutch)visit on 27 June 1998.
The counter demonstration is organized to reject referendum demanded by
the students and the majority of East Timor people and support an
autonomy status for East Timor suggested by Indonesian Government.***