[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR--> SURAT PEMBACA: ABRI DAN DPR



> Apparently-to: SiaR@mole.gn.apc.org
> From: Bayu Suparta <Bayu.Suparta@sci.monash.edu.au>

Kepada Saudara-saudara Pemerhati Demokrasi dan netters,

Dengan hormat,

Perkenankan saya mengungkapkan bahwa saya hanyalah seorang anak bangsa, rakyat
kecil yang tak ingin kehidupannya, termasuk kehidupan demokrasinya, berjalan
atau dijalankan setengah-setengah pun asal-asalan.

Terbetik berita bahwa, menurut Tim PUU Bid. Politik Depdagri, diusulkan bahwa:
(Kompas Online, 25/6/98) 1. Anggota DPR tetap 500 orang. 2. Kursi DPR hasil
pemilu distrik: 400 kursi. 3. Kursi untuk proporsional: 50 kursi. 4. KURSI
UNTUK ABRI: 50 kursi (lima puluh kursi).

Catatan: Satu kursi mewakili 400 - 500 ribu suara rakyat.

Ijinkan saya menyampaikan KETIDAK-SETUJUAN saya terhadap porsi kursi untuk
ABRI, karena saya berpendapat bahwa 

1. ABRI adalah bagian dari rakyat.
2. ABRI adalah sebagian golongan dari rakyat Indonesia, yang tidak berbeda
   dengan golongan masyarakat lainnya.
3. ABRI adalah SEBENARNYA unsur aparatur negara (pemerintah) khusus bidang
   pertahanan dan keamanan, sama dengan birokrat dan pegawai negeri sipil khusus
   bidang administrasi sipil. 4. Jumlah anggota ABRI tidak banyak. Proporsi 50
   kursi untuk ABRI terkesan menempatkan ABRI terlalu khusus. 

Saya menghimbau kepada SIAPAPUN YANG MERASA BERKEPENTINGAN MENYUARAKAN SUARA
SEORANG RAKYAT JELATA (macam saya... :=)) agar dapat mengusulkan (eh...
memaksa, juga boleh asal demokratis :=)):

1. ABRI TAK PERLU DIBERI KURSI DI DPR. (Cukup di MPR, sebagaimana termaktub
   dalam UUD 1945 bahwa MPR mengandung unsur utusan daerah dan golongan).

ATAU, jika ABRI tetap diberi kursi, maka

1. PEGAWAI NEGERI JUGA DIBERI KURSI.

2. PARA PENGUSAHA JUGA DEBERI KURSI.
3. PARA BURUH JUGA DIBERI KURSI.
4. PARA SENIMAN JUGA DIBERI KURSI.
5. PARA PENDETA JUGA DIBERI KURSI.
6. dan seterusnya.

Hal ini untuk menjamin bahwa NEGARA BERLAKU ADIL KEPADA SETIAP INSAN DAN
GOLONGAN.

JIKA INGIN MENEMPATKAN ABRI DITEMPAT YANG SEPATUTNYA, cobalah tengok AUSTRALIA
atau USA. Jika ingin menciptakan masyarakat madani, pastikan bahwa tak ada hal
yang mengganjal bagi terbentuknya masyarakat madani tersebut. (Kalau nggak,
ya..masyarakat Madonna atau MacDonald). Get the right thing first, then do it
correctly! :=)

That's all, I think. :=) Terima kasih.

Salam Reformasi,

Gede Bayu Suparta
Monash University, Clayton, Vic, 3168, Australia