[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR-->XPOS: TENTARA



Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@hotmail.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 26/I/27 Juni - 3 Juli 98
------------------------------

TENTARA

(LUGAS): Zaman berubah. Masyarakat berubah. Semua berubah. Reformasi
mempercepat perubahan di semua segi kehidupan. Harapannya, tentu  saja,
perubahan menuju ke arah yang lebih baik.

Satu kelompok yang banyak disoalkan sikapnya dalam menghadapi perubahan
adalah ABRI. Bagaimana ABRI menyesuaikan diri terhadap tuntutan
reformasi? Masyarakat ingin tahu, sebab, ABRI memang terlanjur dikenal
sebagai organisasi yang kaku, kurang luwes menghadapi tuntutan baru di
masyarakat.

Beberapa waktu lalu, kita mendapat sedikit gambaran tentang rencana
ABRI menghadapi reformasi. Ada desakan untuk Sidang Umum MPR, dan
pemilihan umum yang dipercepat menjadi Maret 1999. Tampaknya, ABRI
responsif terhadap tuntutan masyarakat. Tetapi, ada juga yang
mengkhawatirkan. Misalnya, kekukuhan ABRI untuk bertahan di DPR, tanpa
lewat pemilu.

ABRI tak ingin anggotanya ikut mencoblos. Tapi, ingin anggotanya
diangkat di parlemen. Alasannya: ikut partai bisa memecah belah ABRI.
Sikap semacam ini, agaknya tak sesuai dengan reformasi menuju negara
modern. Sebab, dalam negara modern, semua warga negara - apapun
profesinya - diperlakukan sama di depan hukum. Punya hak politik dan
kewajiban yang sama. Perlakuan istimewa tak dikenal dalam negara yang
memandang warga negara sederajat.

Keengganan ABRI untuk ikut pemilu, tak berdasar. Kekhawatiran terpecah
belah, bila anggotanya ikut partai, mengandung kecurigaan tersembunyi
kepada partai politik. Di dasarnya ada asumsi, bahwa partai politik
adalah sumber kekacauan dan tidak bisa dipercaya. Padahal, di
masyarakat modern, partai adalah sarana yang wajar untuk menyalurkan
aspirasi dan mengelola konflik secara damai.

Sudah saatnya, ABRI melupakan trauma tentang partai politik. Kalau
tidak, format politik darurat akan selalu mempunyai dasar pembenaran.
ABRI yang mendukung reformasi, mestinya meninggalkan format politik
masa darurat. Dwi fungsi dan implikasinya yang abnormal dalam tatanan
politik, adalah produk masa darurat. Sekarang, zaman berubah. (*)

------------------------------
Berlanganan XPOS secara teratur
Kirimkan nama dan alamat Anda
ke: ekspos@hotmail.com