[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR-->XPOS: MENGAPA DIBYO DICOPOT?



Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@hotmail.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 26/I/27 Juni - 3 Juli 98
------------------------------

MENGAPA DIBYO DICOPOT?

(PERISTIWA): Pencopotan Jenderal Dibyo Widodo tak hanya berkaitan
dengan persidangan kasus Trisakti, tapi ambisinya menyaingi para
perwira Angkatan Darat.

Tak seperti biasa, Rabu malam, 25 Juni lalu, rumah dinas Kapolri di
Jalan Pattimura, Jakarta, tampak lengang. Tuan rumah, Jenderal (Pol)
Dibyo Widodo, tampak sedang bersantai bersama keluarga. Dengan tenang
ia meladeni berondongan pertanyaan wartawan seputar pergantian dirinya
yang diumumkan siang harinya oleh Kapuspen ABRI, Brigjen Samsul
Ma'arif.

Tapi, ketika ditanyakan apakah pencopotannya berkaitan dengan
persidangan Kasus Trisakti yang menyeret belasan anak-buahnya,
tiba-tiba Dibyo menjawab dengan nada tinggi. "Apa tidak boleh kalau
saya membela korps saya?" ujarnya.

Tentu saja tidak. Yang justru mengagetkan adalah berita penggantian
yang terkesan mendadak. Dibyo sendiri mengaku baru menerima kabar
tersebut sehari sebelum diumumkan. Karena itu, meski Panglima ABRI
Jenderal Wiranto mengatakan penggantian Dibyo dan sejumlah perwira
tinggi lainnya sebagai mutasi jabatan biasa, peristiwa itu pasti ada
apa-apanya.

Sepanjang menyangkut pencopotan Dibyo, spekulasi yang berkembang ya itu
tadi: berhubungan dengan persidangan Kasus Trisakti. Seperti diketahui,
untuk membela para anggota Brimob yang didakwa melakukan penembakan
mahasiswa Trisakti, Dibyo menggunakan jasa 122 pengacara swasta yang
dipimpin Adnan Buyung Nasution. Dan, sepak-terjang Buyung dan
kawan-kawan di persidangan kerap merepotkan Hakim Mahkamah Militer dan
Oditur Militer. "Dikhawatirkan para pengacara itu bisa merusak skenario
yang sudah disusun tim pemeriksa POM ABRI," kata sumber Xpos di Mabes
Polri.

Selain itu, pencopotan Dibyo juga dimaksudkan untuk mengerem ambisinya
menjadi orang nomor satu di ABRI. Sejak menjabat Kapolri, sepak terjang
Dibyo memang menganggu para perwira tinggi Angkatan Darat. Ia,
misalnya, seringkali mem-bypass hirarki komando ABRI. Di masa Soeharto
masih berkuasa, seringkali Dibyo dipergoki melapor ke Cendana, tanpa
sebelumnya memberitahu Panglima ABRI.

Akses Dibyo ke keluarga Cendana memang kuat. "Ia (Dibyo) itu tukang
pukul keluarga Cendana," kata sumber Xpos tadi. Maksudnya, selama
menjadi Kapolri banyak kepentingan keluarga Cendana yang
"diperjuangkan"nya. Misalnya, kasus penyidikan tiga Direktur Bank
Indonesia, yang dituduh melakukan korupsi dan kolusi dengan sejumlah
bankir. Ketiga bankir itu, yang akhirnya dilepaskan, merupakan korban
balas dendam Bambang Trihatmodjo - yang Bank Andromeda miliknya
dilikuidasi pemerintah.

Berkat kedekatannya dengan keluarga Soeharto, Dibyo jadi besar kepala
dan bertindak semaunya. Di masa kepemimpinannya, Polri kerap menangani
perkara-perkara basah yang sebelumnya menjadi lahan kejaksaan.
Akibatnya, kedua instansi penegak hukum itu sempat bentrok karena
rebutan lahan basah.
Bahkan, dulu sempat santer terdengar berita ia akan diangkat Soeharto
sebagai Wakil Panglima ABRI. Tapi, kini semua ambisi Dibyo itu kandas
bersama pencopotan dirinya. (*)

------------------------------
Berlanganan XPOS secara teratur
Kirimkan nama dan alamat Anda
ke: ekspos@hotmail.com