[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
SiaR-->XPOS: PROFIL PENIPU PEMBELA HARTO
Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@hotmail.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 26/I/27 Juni - 3 Juli 98
------------------------------
PROFIL PENIPU PEMBELA HARTO
(EKONOMI): Dia pernah ditangkap polisi karena bawa pestol tanpa izin.
Ijazah PhD-nya pun dipertanyakan.
Meski Soeharto tak berkuasa lagi dan rakyat menghujatnya, ia ternyata
masih punya nyali. Bekas presiden itu, menunjuk seorang pengacara
bergelar doktor, Yohanes Yacob, PhD, untuk menjawab tuntutan rakyat.
Yacob yang mengaku pendeta, kini ditunjuk Soeharto sebagai Tim
Konsultan Cendana (TKC).
Seperti hal Soeharto, ternyata Yohanes Yacob adalah seorang penipu
ulung. Lelaki yang mengaku kelahiran Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT)
pada tahun 1951 itu aslinya bernama Jhony Tjiong. Seorang teman SMA-nya
mengaku kenal Tjiong, dan lelaki yang kini menjadi pengacara Soeharto
itu, sering bermasalah, terutama terlibat penipuan.
Temannya itu juga mengaku bingung, bagaimana Tjiong bisa mendapat gelar
doktor bidang politik Internasional dari Pacific Western University,
Amerika Serikat. "Di SMA Tjiong itu murid yang goblok, Bahasa Inggris
saja dia nggak bisa, kok, bisa dapat gelar PhD," kata temannya yang
juga asal NTT.
Oktober 1988, Yacob kabarnya pernah menggelapkan dana dari donatur
untuk acara dies natalis di Universitas Kristen Indonesia (UKI),
Jakarta. Di Bandung Yacob juga pernah berurusan dengan polisi. Ia
ditangkap karena membawa senjata api tanpa surat izin. Tapi ia
dilepaskan kembali setelah menyogok polisi.
Rabu pekan lalu Yacob menggelar konprensi pers di Hotel Kartika
Chandra, Jakarta. Bermobil limousine berplat nomor polisi B 17 RI,
cincin emas di kedua jari manisnya, bingkai kaca mata, penjepit dasi,
jam tangan dan logo logam bertuliskan VIP: di telepon gengam, semuanya
terbuat dari emas.
Yacob dengan bangga memperlihatkan surat mandat yang diberikan Soeharto
pada 2 Juni lalu padanya. Tanda-tangan Soeharto sebagai pemberi mandat
berada di bawah surat kuasa berkop - "Lembaga Perlindungan Budaya
Hukum Nasional Keadilan Sosial Indonesia". Soeharto meminta Yacob
mendampingi, membela dan mengurus segala kepentingannya. Ada lima hal
yang dikuasakan: perkara politik, perdata, kemasyarakatan, hubungan
internasional dan keluarga.
Memang Soeharto sudah memperkirakan dirinya akan digugat rakyat ke
lembaga internasional. Ini terjadi bila lembaga di dalam negeri tidak
bisa melakukannya dengan alasan ewuh pakewuh, atau tangan-tangan
Soeharto masih menancap pada penguasa baru. Yang sudah siap menuntut
Soeharto ke lembaga internasional, terutama Mahkamah Internasional
adalah para korban kasus Tanjung Priok, Lampung, Aceh dan Timor Timur.
Soeharto dianggap telah melakukan kejahatan atas kemanusiaan
(holocaust).
Yacob tampaknya sangat dekat dengan Soeharto, sehingga setiap
pertanyaan wartawan mengenai Soehartobisa ia jawab dengan menirukan apa
yang diomongkan Soeharto. Misalnya ada pertanyaan wartawan, soal
hujatan rakyat kini terhadap Soeharto yang korup dan serakah. "Pak
Harto hanya tersenyum saja, mendengar pertanyaan saya, lalu Pak Harto
berkata, biarlah rakyat akan tahu akhirnya, bahwa saya (Soeharto, red)
orang yang bersih," jawab lelaki lulus sekolah dasar di Kupang, NTT.
Soal hujatan terhadap dirinya, Johny Tjiong alias Yacob tidak perduli.
"Wajar, saya kini dihujat rakyat, karena Soeharto tengah dihujat
rakyat, dan kini sasaran diarahkan pada saya. Sehingga saya dituduh
penipu, ijasah saya palsu, dan kejelekan lainnya," katanya.
Yacob sebelumnya dipercaya menjadi deputi bidang pembinaan hukum dan
operasional program Grup Humpuss, milik Tommy Suharto. Selain itu Johny
Tjiong pada saat Tien Suharto masih hidup ia diangkat sebagai penasihat
spiritual keluarga Tien Soeharto, dan dipercaya sebagai sekretaris
Yayasan Kemusuk dan Yayasan Argomulyo. Yacob pernah berjasa
mendatangkan Ratu Sirikit dari Thailand saat menjadi panitia pameran
Anggrek Internasional.
Mudah-mudahan rakyat tidak tertipu oleh Soeharto mengalihkan hujatan
dirinya kepada Yohanes Yacob - penipu yang siap jadi korban. (*)
------------------------------
Berlanganan XPOS secara teratur
Kirimkan nama dan alamat Anda
ke: ekspos@hotmail.com