[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
MateBEAN> KOTA DILI DIKUASAI MASSA PRO-REFERENDUM
KOTA DILI DIKUASAI MASSA PRO-REFERENDUM
DILI (MateBEAN, 30/6/98), Kota Dili yang kemarin diguncang dengan demo
massa pro integrasi yang direkayasa pemerintah boneka Abilio Osorio Soares dan
Militer, yang massanya kebanyakan warga pendatang alias orang NTT ini
belangsung dengan menimbulkan kekerasan. Hari-hari ini giliran massa
pro-referendum yang mengusai kota Dili.
Dengan massa yang berjumlah kurang lebih 60 ribu orang, dengan menumpang
200 truk, mereka menempati berbagai tempat di kota Dili, termasuk Rumah
Manuel Carrascalao di mana Parlemen Eropa berkunjung hari itu. Tempat lain
yang ditempati massa antara lain, Hotel Mahkota (tempat parlemen menginap),
Kantor Gubernur, Kantor DPRD Tk I.
Massa yang datang dari berbagai daerah sejak 24 Juni ini, sambil melakukan
mimbar bebas juga melakukan perarakan korban penembakan di Manututu "Manuel
Marques, 21 tahun sepanjang kota Dili.
Mayat korban dikebumikan Senin (29/6) di Manututu tempat kelahiran
korban. Menurut sumber MateBEAN di Dili, kehadiran massa saat pemakaman
lebih besar dari massa yang dua hari sebelumnya. Mereka menuntut untuk
bertemu Parlemen Eropa yang sudah berada di Dili sejak Kemarin. Tuntutan
mereka kepada parlemen antara lain adalah perlu diadakannya refendum di
Timor-Leste dan pengusutan tuntas korban penembakan.
Kunjungan parlemen menurut rencana akan berakhir hari ini (30/6). Anggota
Parlemen Eropa berjanji pada massa akan menyalurkan semua aspirasi ini ke
Dewan Eksekutif Parlemen Eropa dan institusi lain yang berkepentingan dengan
masalah Timor-Leste.
"Saya sudah mendengar semua keluhan anda, dan semua ini akan saya sampaikan
kepada semua pihak yang berkepentingan dengan masalah Timor-Leste, termasuk
Dewan Keamanan PBB," kata jurubicara parlemen yang dikutip sumber MatebEAN
dari Dili via telpon.
Hingga berita ini diturunkan, massa yang berkumpul di semua tempat di Kota
Dili belum bubar, Massa hari ini masih berencana akan melakukan pawai
besar-besaran sepanjang kota Dili. Juga belum diketahui pula apa kah setelah
pawai mereka akan bubar atau tidak.***