[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR---GINANJAR BANTAH ADANYA PERTEMUAN MENTERI, MULADI AKUI



GINANJAR BANTAH ADANYA PERTEMUAN MENTERI, MULADI AKUI

        JAKARTA (SiaR, 1/7/98), Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita membantah
adanya pertemuan sejumlah menteri di rumahnya pada Jumat, 26 Juni 1998 lalu
guna membahas Munas Luar Biasa Golkar. Pertemuan itu kabarnya menudukung
Akbar Tanjung, Menteri Sekretaris negara, untuk menduduki Ketua Umum DPP
Golkar dan menggagalkan pencalonan Edi Soedrajat. Menurut Ginanjar pada hari
itu ia tak ada dirumah.

        Namun Menteri Kehakiman Muladi mengakui bahwa pertemuan yang diikuti
antara lain dirinya sendiri, Yunus Yosfiah dan Akbar Tanjung itu berlangsung
di rumah Ginandjar. Menurut Muladi pertemuan itu memang membicarakan soal
Munas Luar Biasa Golkar, namun ia tak mengakui para menteri yang hadir itu
mendukung seseorang menjadi Ketua Umum DPP Golkar.

        Sejumlah sumber SiaR mengatakan, Ginandjar, Akbar Tanjung dan Fahmi
Idris memang tengah bergerilya untuk menguasai DPP Golkar. Akbar Tanjung,
orang yang menurut Emil Salim berhasil menyetir Presiden Habibie, memang
berkeinginan untuk menduduki jabatan itu.

        Kalangan partai politik belakangan kuatir dengan manuver-manuver
Golkar seperti rencana mengadakan rapat koordinasi di Mabes ABRI. Golkar
nampaknya ingin terus berkuasa dengan terus merangkul ABRI. Belakangan,
Abdul Gafur, salah satu Ketua DPP Golkar mengusulkan agar kekayaan Yayasan
Dakab, yayasan milik Soeharto yang dikelola Sudharmono, senilai Rp 800
milyar dibagi dua. Sebagian untuk pemerintah dan sebagian lagi untuk Golkar.

        Kalangan pengamat mengkuatirkan, jika Golkar berhasil merebut
kekayaan itu maka organisasi peserta Pemilu itu mungkin akan menggunakan
dana itu untuk membeli suara dan membiayai kampanyenya.***