[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

MeunaSAH---SELAMA DOM, DI ACEH UTARA 287 TEWAS DAN 328 HILANG



SELAMA DOM, DI ACEH UTARA 287 TEWAS DAN 328 HILANG

        LHOKSEUMAWE (MeunaSAH, 25/9/98),  TPF Pelanggaran HAM dan Pemulihan
Tk II Aceh Utara (TPF) yang menyusuri berbagai kecamatan di Aceh Utara
hingga Minggu (20/9) lalu berhasil mencatat 287 orang terbunuh dan 328 orang
lainnya hilang selama dilancarkannya operasi militer di wilayah itu dari
1989 hingga 1997.

        Sementara itu, tim pencari fakta di wilayah timur Aceh Utara,
mencatat 116 orang tewas dan 212 hilang dengan jumlah janda 233 orang dan
770 anak yatim. Di wilayah barat, TPF memeproleh data sebanyak 171 jiwa
dibunuh dan 116 orang hilang. Di wilayah itu pula ditemukan janda 196 orang
dan anak yatim 642 orang.

        Para korban ini umumnya diculik dan dibunuh aparat keamanan. Menurut
catatan TPF, hanya 38 kasus saja yang dilakukan kelompok gerilyawan Aceh
Merdeka. Selain korban-korban itu, TPF juga mengungkap tujuh kasus
perkosaan. TPF menduga kasus perkosaan lebih dari jumlah yang terungkap. 

        "Mungkin mencapai puluhan," ujar M Yacob Hamzah, salah satu
koordinator TPF. TPF juga mencatat korban penyiksaan masing-masing wilayah
timur sebanyak 266 orang. Sepuluh di antaranya mengalami cacat seumur hidup.
Di wilayah barat korban penyiksaan mencapai 290 yang sebagian juga mengalami
cacat fisik dan mental.

        Menurut TPF, salah satu korban  di antaranya bernama Fachrul Razi,
warga Desa Ceurucuk Kecamatan Samalanga. Anak muda yang yatim sejak usia
lima tahun itu, sempat menghilang selama sebulan di hutan karena ketakutan
setelah tentara menyiksanya di Pos Siskamling desanya, 1991.

        Nasib yang sama dialami Ahmad Sulaiman, warga Batee Iliek. Laki-laki
berusia 58 tahun itu sering hilang ingatan. Bahkan nama anaknya saja tidak
dapat diingat lagi. Ahmad yang sebelum operasi Jaring Merah dilancarkan,
hidup tenang dan menjadi guru ngaji di kampungnya. Ahmad mengalami
penyiksaan  setelah anaknya yang kebetulan anggota polisi dan adiknya yang
juga angota ABRI dituduh simpatisan gerilyawan Aceh Merdeka.  Anak dan adik
Ahmad akhirnya dihabisi.

        Ahmad disiksa selama 28 hari setelah ditangkap di Bakongan, Aceh
Selatan. Rrumahnya dibakar habis dan anak perempuannya  diperkosa aparat.
Di Aceh Utara, menurut hitungan sementara TPF terdapat 1412 anak yatim,
sebagian besar masih berusia lima hingga sepuluh tahun ketika orang tua
mereka dibunuh atau dijemput aparat keamanan.  TPF yang menyisir desa-desa
di Aceh Utara menemukan 69 rumah penduduk dibakar, termasuk beberapa gedung
sekolah dan balai pengajian. Aparat juga dikatahui menjarah kendaraan
bermotor yang terdiri atas empat unit mobil dan 26 unit sepeda motor.
 
        "Ratusan ekor lembu dan barang-barang penduduk juga tak luput jari
jarahan aparat," ujar salah seorang anggota TPF.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist