[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR---DEMONSTRAN TEMBAKI KANTOR POLISI LHOKSEUMAWE



DEMONSTRAN TEMBAKI KANTOR POLISI LHOKSEUMAWE

        LHOKSEUMAWE (MeunaSAH, 3/11/98), Ratusan pengunjukrasa diantaranya
menggunakan senjata api pada Senin (2/11) kemarin menembaki kantor
Kepolisian Sektor (Polsek) Bayu dan gedung Pengadilan Negeri Lhokseumawe.
Unjukrasa tersebut ditengarai sejumlah tokoh masyarakat sebagai direkayasa
aparat militer untuk menghidupkan kesan masih adanya kelompok Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) yang berkeliaran.

	Kesan adanya rekayasa dibalik unjuk rasa tersebut adalah datangnya ratusan
orang dari luar kota Lhokseumawe menggunakan bus umum dan sepeda motor.
Massa tak dikenal itu berkumpul di makam Malikussaleh, dan sebelum menuju
kota Lhokseumawe, di kota kecamatan Bayu dan Geudong, massa pengunjuk rasa
menurunkan bendera merah-putih dan merobeknya.

	Sepanjang jalan yang dilalui, beberapa pengunjuk rasa menembakkan
senapannya ke belasan kantor pemerintah dan gedung-gedung sekolah. Sejauh
ini belum ada laporan korban tewas atau luka-luka akibat tembakan tersebut,
kecuali pecahnya kaca-kaca gedung. Komandan Korem 011/Liliwangsa, Kolonel
(Inf) Dasiri Musnar kepada wartawan, menyebutkan ada sekitar 10 pucuk
senjata yang digunakan pengunjuk rasa.

	Menurut Danrem Musnar, seorang perwiranya Lettu Suwarno sempat disandera
para pengunjuk rasa. Suwarno, kata Musnar, dipukul dan diborgol
pengunjuk-rasa, tapi dengan menyelinap di antara kerumunan orang, Suwarno
berhasil meloloskan diri. Ia kini dalam perawatan di RS TNI AD Lhokseumawe.

	Keterangan Danrem Musnar tentang penyenderaan Suwarno diragukan penduduk
setempat. Terutama mengapa begitu mudahnya Suwarno melepaskan diri dari
tangan para penyanderanya. Penduduk juga mempertanyakan, asal-usul senapan
yang dimiliki para pengunjuk rasa, mengapa para demonstran bersenjata itu
dapat dengan mudahnya memasuki kota Lhokseumawe, apalagi sambil menembaki
gedung-gedung yang dijumpainya di pinggir jalan.

	Sedangkan adanya 23 orang pengunjuk rasa yang ditangkapi, diduga hanya
merupakan penduduk setempat yang ikut-ikutan ketika ratusan pengunjuk rasa
telah memasuki kota Lhokseumawe.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist