[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
SiaR-->XPOS: GINANDJAR MEMANG RAJA KKN
Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@hotmail.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 42/I/17 - 23 Oktober 98
------------------------------
GINANDJAR MEMANG RAJA KKN
(PERISTIWA): Keluarga Ginandjar Kartasasmita diam-diam raja KKN juga. Selama
initertutup super raja KKN Indonesia: Keluarga Cendana.
Ingat ketika Soeharto jatuh dan banyak keluarga pejabat yang duduk di
MPR/DPR mengundurkan diri karena takut dituduh nepotisme? Nah,keluarga
Ginandjar, kini Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan danIndustri, ternyata
menyumbang daftar anggota legislatif terbanyak bersama-sama keluarga
Soeharto. Ada empat anggota keluarga Ginandjar yang, diam-diam menduduki
kursi MPR yakni: Agus Gurlaya Kartasasmita -adik kandung Ginandjar- yang
menjadi anggota MPR dari Gapensi,anak Ginandjar, Agus Gumiwang Kartasasmita,
kerabat lainnya, Gunariyah Kartasasmita, dan Ginandjar sendiri.
Ini sama jumlahnya dengan anggota keluarga Soeharto di MPR. Agus Gurlaya,
Agus Gumiwang dan Gunariyah memang mengundurkan diri.Namun Agus Gurlaya
meminta agar penggantinya tetap dari Gapensi. Hebat, namun nepotisme ini tak
terendus dan tak terpublikasikan secaraluas. Nah, KKN Ginandjar yang paling
hebat, yang ini KKN di sektor bisnis, ya yang sedang jadi pembicaraan pekan
lalu, yakni KKN menteri itu dipertambangan emas di Freeport, Irian Jaya.
Karena kedekatannya dengan Aburizal Bakrie, pemilik 10 persen saham PT
Freeport, Ginandjar dapat fee dari Bakrie dan proyek-proyek untuk Agus
Gumiwang di Freeport. Agus menangani program-program privatisasi Freeport,
termasuk pengolahan limbah konsentrat Freeport.
Perusahaan Ginanjar lainnya, PT Catur Yasa, mengambil bagian menangani
carteran pesawat terbang Freeport. Ginanjar memberikan 10 persen saham PT
Freeport kepada AburizalBakrie, setelah perusahaan tambang emas Amerika
Serikat itumenyerahkan 20 persen sahamnya kepada pemerintah Indonesia. Ical,
panggilan akarab Bakrie dan Ginandjar memang sahabat kental sejaklama,
bahkan dalam urusan main perempuan. Seringkali, Bakrie dan Ginadjar
berkunjung ke Freeport menggunakan pesawat jet khusus milik Mc Moran,
pemilik 80 persen saham Freeport. Ginandjar sendiri sangat akrab dengan
McMoran.
Itulah sebabnya, anak dan menantunya kini bekerja di markas Freeport di New
Orleans, Amerika Serikat. Dari usaha broker ini, Ginandjar dilaporkan
memperoleh jutaan dolar dari Bakrie. Dan, kabarnya, tiap tahun, ia juga
memperoleh setoran deviden dari Ical sampai saham Ical dibeli oleh keluarga
Soeharto.
Agus Gumiwang dan Agus Gurlaya, paman -keponakan ini selama ini menguasai
Gapensi, organisasi pengusaha konstruksi yang banyak mengelola proyek-proyek
di berbagai badan usaha milik negara (BUMN), seperti Pertamina dan PLN. Asal
tahu saja, Gapensi adalah organisasi kontraktor yang menguasai proyek-proyek
konstruksi milik pemerintah. Tanpa masuk organisasi ini, kontraktor yang
manapun, kecuali jugakeluarga pejabat yang punya posisi kuat, nyaris tak
mampu merebut proyek. Agus Gumiwang pernah mencak-mencak pada Tanri Abeng,
ketika Menteri Pendayagunaan BUMN itu menghapus tender untuk proyek-proyek
tertentudan memberikan wewenang kepada BUMN bersangkutan untuk menunjuk
kontraktornya. Gapensi pun bertindak, surat protes dilayangkan, dan Tanri
pun mundur teratur. Kententuan itu kemudian dicabut dan tender proyek-proyek
tertentu diserahkan kembali kepada Gapensi. Lha, mana berani Tanri
menghadapi Ginandjar, anak emas Habibie itu?
Tanpa Ginandjar, Habibie tentu tak mampu bernegosiasi dengan IMF, Bank Dunia
dan negara-negara donor lainnya. Ginandjar, lepas dari penyakit KKN-nya,
memang jago lobby. Kenalannya di lembaga-lembaga donor internasional itu
banyak sekali, termasuk kenalannya, menteri-menteri pertambangan di OPEC,
yang dulu selalu diservisnya dengan cewek-cewek Indonesia yang asoi itu.
Kekayaan keluarga Ginandjar memang tak sebanyak kekayaan keluarga Soeharto,
namun kalau Agus Gumiwang mampu membeli tiga unit apartemen mewah di
Apartemen Brawijaya, Jakarta Selatan senilai US$9 juta ketika kurs rupiah di
atas Rp10 ribu per dolarnya, tebak saja berapakekayaan mereka sebenarnya.
Bayangkan, siapa yang mau nekad membeliapaertemen, tiga unit lagi dengan
uang dolar ketika nilai rupiah tengah jeblok? Tentu, Agus bukan orang
sembarangan, ia pasti memiliki kekayaan berlipat-lipat dari harga apartemen
yang dibelinya itu. Darimana uangnya? Tebak saja: kalau ayahnya sudah
puluhan tahun jadipejabat penting di pemerintahan yang korup, apa yang bisa
didapat untuk keluarganya? Namun, soal apartemen ini, Agus berkelit dengan
mengaku apartemen itudicicil dari hasil usahanya selama ini. Akan halnya dua
unit lainnyadimiliki bibi dan keponakannya. Lha, kalau keponakan dan bibinya
sajabisa punya apartemen senilai US$3 juta, keluarga sekaya apakah keluarga
besar Ginandjar itu? (*)
------------------------------
Berlanganan XPOS secara teratur
Kirimkan nama dan alamat Anda
ke: ekspos@hotmail.com
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist