[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
SiaR-->XPOS: SIGIT MEMBOBOL BPDSU
Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@hotmail.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 42/I/17 - 23 Oktober 98
------------------------------
SIGIT MEMBOBOL BPDSU
(EKONOMI): Sigit diperiksa di Medan lantaran kredit bermasalah. Mantan
gubernur Sumatera Utara, Raja Inal Siregar juga terlibat.
Sigit Hardjojudanto, anak bekas Presiden Soeharto diperiksa Kejaksaan Tinggi
Sumatera Utara, Senin (12/9). Pemeriksaan selama hampir dua jma tersebut
merupakan tindak lanjut dugaan keterlibatan Sigit dalam masalah kredit
bermasalah 200 milyar yang dikeluarkan Bank Pembangunan Daerah Sumatera
Utara (BPDSU).
Menurut informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa sekitar tujuh tahun yang
lalu, Sigit Hardjojudanto bermitra bisnis dengan penguasa asal Medan, Kusno
Wijaya. Keduanya bermitra membangun perumahan mewah di Sumatera Utara.
Perumahan yang terletak di Pancur Batu arah kota Barstagi ini dilengkapi
dengan lapangan golf. Namun dalam perkembangannya, mereka berhasil
menggandeng sejumlah nama kondang di wilayah itu untuk masuk dalam jajaran
bisnis mereka. Dari nama-nama beken tersebut masuk nama Gubernur Sumater
Utara, Raja Inal Siregar (RIS), Yusriandi Siregar dan sejumlah anma
pengusaha yang lain.
Mereka mendirikan PT Viktor Jaya Raya yang bekedudukan di Medan dengan modal
awal Rp4 milyar yang diujudkan dalam 11.200 lembar saham. Dalam share saham,
Sigit kebagian 25% atau 2760 lembar saham senilai Rp2,76 milyar, Kusno 40%,
sedangkan 35% sisanya dibagi antara Yusriandi Siregar dan pengusaha yang
lain. Tapi itu hanya hitungan di atas kertas, karena ternyata saham sejumlah
11.200 lembar itu merupakan saham kosong.
Namun dengan jurus-jurus KKN, dalam waktu singkat PT VJR bisa memperoleh
kucuran kredit pertama sebesar Rp18 milyar. Dan dihitung sampai akhir tahun
1996, jumlah kredit yang berhasil "dibobol" PT VJR dari Bank Pembangunan
Daerah Sumatera Utara (BPDSU) mencapai jumlah di atas Rp200 milyar.
Apakah ini karena pengaruh Sigit? Tak jelas benar. Yang jelas RIS, semasa
punya kuasa memang dikenal memiliki hubungan dekat dengan keluarga Cendana.
Dan RIS, usai diperiksa Wakajatisu Bismar Mannu SH sebagai saksi dalam kasus
kredit bermasalah tersebut mengakui pernah ditelpon Sigit. Sayangnya RIS
tidak menerangkan apa yang dibicarakan Sigit.
Tapi yang jelas, sebagai Komisaris utama, Sigit tak bisa lagi melemparkan
tanggung jawab. Dan Kejaksaan tak harus mundur, jika tak ingin dicap anti
reformasi. (*)
------------------------------
Berlanganan XPOS secara teratur
Kirimkan nama dan alamat Anda
ke: ekspos@hotmail.com
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist