[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR---ADI SASONO BIKIN IMF MARAH



ADI SASONO BIKIN IMF MARAH

        JAKARTA (SiaR, 4/11/98), Dana Moneter Internasional (IMF) menunda
pencariran bantuan yang seharusnya diterima pemerintah, akhir Oktober 1998
lalu. Penundaan ini berkaitan dengan pernyataan Menteri Koperasi/Pengusaha
Kecil Menengah, Adi Sasono, tentang skema pengembalian Bantuan Likuiditas
Bank Indonesia (BLBI).
 
        Adi Sasono dalam banyak kesempatan selalu memberi pernyataan soal
BLBI. Menurut Adi Sasono, para bankir, yang hampir semuanya keturunan Cina
itu, harus mengembalikan BLBI dalam waktu setahun dan tunai.
 
        "BLBI harus segera dikembalikan karena itu uang rakyat. Jumlahnya
pun amat besar mencapai ratusan triliun rupiah," ujar Adi Sasono setelah
memberi ceramah di acara Tabligh Akbar di Bekasi, pekan lalu.

        Beberapa waktu lalu, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN),
yang menangani bank-bank sakit yang memperoleh injeksi BLBI, menetapkan BLBI
bisa dikembalikan dalam waktu lima tahun. Namun, ketetapan itu dibatalkan
Presiden Habibie yang mengharuskan para bankir membayar BLBI dalam waktu
setahun.

        Keputusan Habibie itu disuarakan terus oleh Adi Sasono, Sekretaris
Jendral Ikatan Cendikiawan Muslim (ICMI) yang dekat dengan Habibie itu.
Kalangan otoritas moneter sendiri merasa heran dengan pernyataan-pernyataan
Adi Sasono soal perbankan, yang seharusnya bukan menjadi otoritas Adi.
 
        "Adi kan seharusnya ngomong soal koperasi atau usaha kecil dan
menengah. Kok dia ikut-ikutan ngomong soal perbankan dan moneter yang
menjadi wilayah otoritas menteri lain," ujar sumber di Bank Indonesia.

        Karena Adi ngomong di mana-mana soal pengembalian BLBI itu, IMF
marah. Direktur IMF Urusan Asia Pasifik, Hubert Neiss, mengirim surat kepada
Habibie yang isinya tak suka dengan keputusan pemerintah mengubah jadual
pengembalian BLBI dari lima tahun jadi setahun. Isi surat Neiss itu kabarnya
juga menyinggung soal Adi Sasono yang terus berkomentar tentang keharusan
para bankir mengembalikan BLBI secara tunai dalam setahun.

        Menurut sumber di BPPN, IMF merasa heran dengan niat agar BLBI
dikembali dalam setahun dan tunai. "Kalau para bankir bisa mengembalikan
BLBI secara tunai dalam setahun, mereka sebenarnya tak perlu BLBI. Mengapa
perlu lima tahun? Karena mereka tak punyai uang tunai," ujar sumber itu.

        Gara-gara niat Adi Sasono ini, Neiss marah dan menunda pencarian
bantuan tahap ketiga yang seharusnya diterima pemerintah akhir Oktober lalu.
Sumber-sumber SiaR menyebutkan, Adi sengaja meniup-niupkan sentimen di
sektor moneter untuk menjatuhkan Menteri Keuangan, Bambang Subianto,
rivalnya di Kabinet Habibie. Orang-orang kepercayaan Adi, yakni Eggy
Sudjana, peneliti senior di CIDES, lembaga penelitian milik ICMI, belakangan
memimpin demonstrasi agar Bambang dipecat dari kabinet. Mereka menuduh
Bambang membebaskan para bankir yang sempat ditahan polisi.

        Selain untuk menjegal Bambang, yang gagal digulingkan lewat
demonstrasi, Adi memang dikenal memiliki sentimen rasial, terutama terhadap
kaum Cina yang kebetulan para bankir yang mengutang BLBI itu.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist