[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

ISTIQLAL (4/11/98)# CAP KOMUNIS DAN ANTI-ISLAM SEBAGAI TEROR



CAP KOMUNIS DAN ANTI-ISLAM SEBAGAI TEROR

Oleh:  Eko Trihusada

Persiapan  Sidang Istimewa 10-13 November   mulai memanas. Tampaknya  SI
akan berjalan dengan diiringi kecemasan antara kubu Furkon-KISDI dan  kubu
Koalisi  Mahasiswa yang tergabung dalam AKRAB (Aksi Rakyat Bersatu) yang
terdiri dari Koalisi Nasional /Dialog nasional Ratna Sarumpaet, dengan organ
mahasiswa seperti FKSMJ (Forum komunikasi Senat Mahasiswa seJakarta), FORKOT
(Forum-Kota), FAMRED(Front Aksi Mahasiswa untuk reformasi dan demokrasi),
Forbes/Forum bersama, KOMRAD (Komite Mahasiswa dan rakyat anti-dwifungsi
Abri) dan beberapa organ lain .

Faisal Biki yang masih famili dari Amir Biki korban peristiwa Tanjung Priok
. Ia juga motor dari Furkon (Forum ummat Islam penegak Keadilan dan
Konstitusi ) mengancam akan mengerahkan 100.000 masa Islam untuk menandingi
aksi koalisi AKRAB yang digelar 28 Oktober lalu dengan mengerahkan mahasiswa
sebanyak 55 ribu massa di Gedung DPR-MPR. Memang saat 28 Oktober lalu itu
dilokasi aksi terlihat 3 orang pengurus besar Furkon , salah satu nya
Bendahara Furkon duduk didepan taman ria senayan sambil mencatat beberapa
spanduk dan menghitung masa mahasiswa .
Minggu 1 November FUNGSI (Forum ummat Islam Pendukung Konstitusi )dimotori
Andi Muchamad dan dihadiri oleh Anton Medan mantan Preman dan ketua yayasan
At-Taubah  juga memobilisasi 4 ribu massa Islam untuk mengamankan agenda SI
dari demo menolak SI yang dilakukan Mahasiswa . Ancaman buat kubu menolak
Sidang Istimewa juga datang dari Ketua KISDI , H Achmad. Soemargono, seorang
bekas Opsus jaman Ali Moertopo , yang kemudian mbalelo hingga dicabuti
kukunya  Ia katakan, "Kekuatan kami lebih dari 100 ribu orang . Jadi secara
matematis tampaknya ancaman buat koalisi AKRAB minimal 200 ribu  masa
pendukung Sidang Istimewa." Itu pun diluar Ormas seperti Pemuda Pancasila ,
Pemuda Panca Marga dan FKPPI yang sejak tanggal 30 Oktober  1998 berkemah di
pelataran Gedung DPR/MPR . 

Sementara dikubu koalisi AKRAB juga sudah mengalir dukungan dari Barisan
Nasional lewat pernyataan ketuanya , Kemal Idris, mengatakan, "Kalau
seumpama Habibie memang menginginkan bentrok dengan elemen elemen kami, ya
apa salahnya." Ia juga mengelak bahwa Barnas menginginkan kekacauan . "Tapi
jika mereka menginginkan kekacauan , ya silakan," ujarnya. "Berjuang mati
pun saya mau,  karena saya berjuang untuk rakyat," katanya. 

Dukungan  selanjutnya datang dari pertemuan aktifis DEMA 77-78  1 November
di Bandung, yang di bacakan oleh Heri Achmadi /mantan ketua DEMA ITB, yang
bersama aktifis UI, ITB dan Padjajaran , mendukung gerakan mahasiswa menolak
SI,  dan membentuk kekuasaan Transisi.

Di kalangan mahasiswa sendiri tampak mereka mulai konsolidasi baik keluar
organ maupun kedalam menghadapi  Sidang Istimewa , yang mereka pelesetkan
menjadi Sidang Istana . Dari Forum -Kota sendiri tetap  tegas dengan agenda
KRI/ Komite Rakyat Indonesia nya serta tolak SI karena anggota MPR atau DPR
sekarang lahir dari Pemilu yang menurut mereka cacat politik, cacat hukum
dan moral . begitupun FAMRED yang mengatakan SI tidak legitimated karena
tidak menyertakan partai partai baru yang pro-reformasi seperti PDI Mega,
PAN, PKB, PUDI dan forum 14 partai Pro-reformasinya. alternatifnya menurut
FAMRED mereka menawarkan SIDANG RAKYAT. Partai-partai tersebut dapat
membahas agenda SI secara aspiratif dan terbuka untuk mempersiapkan Pemilu
bersih dan aspiratif. Menurut jubirnya masing-masing, mereka mengagendakan
pembentukan koalisi partai partai tersebut sebelum SI berlangsung.  

Tampaknya  sumbu pemicu sudah menyala saat kabar Anton Medan, mantan preman
yang sekembali dari acara FUNGSI /Forum Ummat pendukung Konstitusi
mengatakan ia diculik dan ditusuk berkali-kali lalu dibuang didaerah Cisarua
, Puncak . Apa kah pasukan Ninja dari banyuwangi telah tiba di Jakarta,
mengomentari hal itu , seorang tokoh muda FKGMNU, mengatakan, "Jika hal itu
terjadi ada beberapa kemungkinan." Pertama, besar kemungkinan kelompok ABRI
dari Wiranto dengan alasan mendorong konflik sipil agar ABRI punya
legitimasi memulihkan stabilitas dan keamanan .Keemungkinan kedua provokasi
dari kelompok intern  KISDI-FUNGSI agar masyarakat berasumsi bahwa kelompok
anti SI adalah penculik dan menghalalkan segala cara.
 
Yang jelas Ketua KISDI , H Achmad Soemargono tetap meengatakan , basis
dukungan mereka memang mahasiswa dari ormas Islam dan kyai .Menurutnya para
ulama dan tokoh masyarakat sudah sadar dan  mereka sudah punya tujuan. "Umat
sekarang ini daya panggilnya sudah peka , lho yaa doong ," ujarnya . Apalagi
jika jika issue  nya bukan cuma Komunis tetapi sudah Anti Islam , bagaimana
umat Islam tidak peka , lihat saja nanti  , demikian kata bapak yang punya
putri kuliah di Amerika dan dikirimi $US 3 ribu tiap dua bulannya . Apa kah
Kongres Ummat Islam ke III 3-7 November yang diprakarsai Menteri Agama ,
Malik Fajar mampu meminimalisir potensi konflik sipil yang dapat terjadi
menjelang pelaksanaan Sidang Istimewa atau justru ajang konsolidasi kekuatan
Pro Status Quo ?  Kita tunggu saja jawabnya!***  

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist