[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR-->XPOS: AWAS, PASUKAN NINJA MENUJU JAKARTA



Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@hotmail.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 43/I/24 - 30 Oktober 98
------------------------------

AWAS, PASUKAN NINJA MENUJU JAKARTA

(PERISTIWA): Aksi balas dendam terhadap pasukan ninja marak di Jawa Timur.
Tapi, pasukan ninja yang sesungguhnya terus bergerak. Sasaran terakhir
mereka adalah Jakarta.

Banjir darah di Jawa Timur belum berhenti. Kali ini yang mengucur, justru
berasal dari orang-orang yang dicurigai sebagai anggota "gerombolan ninja".
Kata seorang anggota Barisan Serba Guna (Banser) NU, "Darah harus dibalas
dengan darah."

Hari-hari ini aksi "balas dendam" memang sedang marak di sejumlah kota di
Jawa Timur. Pekan lalu, misalnya, selama beberapa hari puluhan nyawa
melayang di Kota Malang. Mereka ini tewas dikeroyok massa yang memang sedang
berjaga-jaga. Beberapa diantaranya, diarak dengan konvoi sepeda motor
keliling kota. 

Rupanya, massa sudah sampai di puncak kemarahan. Masyarakat tak bisa lagi
menerima teror yang menimpa ulama dan warga nahdliyin setempat. Maka, mereka
pun melakukan aksi pembalasan terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai
"gerombolan ninja". 

Memang, saat dipergoki, orang-orang tadi umumnya bersikap mencurigakan.
Mereka memakai baju dan celana hitam, berkeliaran di jalan-jalan kota.
Dengan membawa-bawa senjata tajam, orang-orang itu menyantroni rumah-rumah
penduduk. Warga yang melihat itu tentu saja curiga, lalu mengeroyok
orang-orang tadi. Sebagian lagi lalu diarak ke kantor-kantor polisi
setempat. Belakangan, saat diperiksa, orang-orang itu ternyata tak waras
alias gila. 

Kejadian ini cukup aneh. Entah mengapa, di tengah maraknya isu pembantaian,
tiba-tiba kota Malang dan sejumlah kota kabupaten lainnya, dipenuhi
orang-orang tak waras yang berpakaian ala ninja. Agaknya, mereka ini sengaja
"diturunkan" -entah oleh siapa- untuk makin mengacaukan situasi.  Bila itu
targetnya, jelas cukup berhasil. Masyarakat yang sudah gemas, seakan
menemukan sasaran untuk melampiaskan dendam mereka -yaitu, para orang gila
tersebut. Sementara itu, para ninja yang sesungguhnya masih berkeliaran
meneror warga -terutama kaum nahdiyin.

Siapa yang menggerakkan para ninja tersebut? Sampai sekarang belum terungkap
jelas. Tapi, tanda-tandanya mulai terkuak. Panglima ABRI, Jenderal Wiranto,
misalnya, menyebut peristiwa berdarah yang melanda Banyuwangi dan sebagian
wilayah Jawa Timur itu, merupakan akibat konflik kepentingan di tingkat elit
politik. "Ada kepentingan politik tertentu yang hendak memanfaatkan situasi
sulit sekarang ini," kata Wiranto, di depan ratusan ulama dan tokoh
masyarakat, di Jember. 

Belakangan, mungkin setelah ditegur Presiden Habibie, Wiranto meralat
ucapannya. Menurutnya, ucapan itu bukanlah hasil analisisnya, melainkan
titipan pesan dari para ulama. 

Pernyataan yang lebih mengarah datang dari Abdurahman Wahid, Ketua Umum
Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Menurut Gus Dur, dalang pembantaian
Banyuwangi ada di Kabinet Reformasi Pembangunan. Siapa orang itu? Gus Dur
tak mau menjelaskan lebih lanjut.  Tapi, spekulasi yang merebak diluaran
mengarah kepada Adi Sasono, Menteri Koperasi dan Pengusaha Kecil. Tokoh
inilah, bersama Eggi Sudjana (salah satu anakbuah Adi di Cides), yang pernah
dituding Gus Dur menggerakkan operasi "Naga Hijau" yang mengakibatkan
kerusuhan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Akibat kerusuhan itu,  sejumlah pemuda
NU terpaksa meringkuk di penjara. 

Tokoh lain yang dicurigai adalah Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja. Mantan
aktivis 66 ini memang dikenal punya jaringan yang cukup luas. Dalam
Kerusuhan Mei yang melanda Jakarta, nama Fahmi juga disebut-sebut sebagai
salah seorang komplotan yang merekayasa kerusuhan, bersama Letjen Prabowo
Subianto dan kawan-kawan. "Kudeta" terselubung itu akhirnya berhasil
menjungkalkan Soeharto, dan menaikkan Habibie ke puncak kekuasaan.

Namun, ada yang meragukan analisa yang menyebut tokoh-tokoh sipil tersebut.
Sebab, dilihat dari pola operasinya, gerakan pembantaian di Jawa Timur itu
jelas-jelas operasi intelijen militer. Bahkan, bukan aparat militer
sembarangan, melainkan yang sangat terlatih dengan aksi teror kota. 
Dugaan terakhir ini lebih beralasan. Pasalnya, pekan lalu, warga Banyuwangi
sempat memergoki dua anggota pasukan ninja, yang diidentifikasi sebagai
desertir kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Selain itu, kabarnya,
sejumlah "drop-out"an Akabri juga terlibat dalam gerombolan.  
Mereka ini sengaja dipersiapkan untuk operasi di Banyuwangi dan kota-kota
lain. Kapolda Jawa Timur, Mayjen (Pol) M. Dayat, dalam sebuah pertemuan
dengan ratusan ulama sempat keceplosan omong bahwa pasukan ninja itu dilatih
di sebuah tempat di Bogor, Jawa Barat. Yang melatih, konon, para pendekar
dari Perguruan Silat Satria Muda Indonesia (SMI), yang selama ini menjadi
"konsultan" bela diri pasukan Kopassus.   

Untuk mengatasi pasukan ninja itu, Komandan Kopassus, Mayjen Syahrir M.S.,
terpaksa membentuk tim khusus untuk memburu mereka. Toh, hasilnya belum
kelihatan. Operasi pembantaian terus menjalar kemana-mana. Jika malam tiba,
penduduk di wilayah pembantaian tak berani keluar rumah, bahkan untuk
beribadah sekalipun. Meski polisi telah menangkap puluhan tersangka, toh
korban terus berjatuhan setiap hari. 

Sampai pekan lalu, Tim Investigasi NU Jawa Timur sudah menemukan sekitar 200
kasus pembunuhan. Sebagian besar korban adalah jamaah NU. Tapi, setelah aksi
balas dendam marak, pasukan ninja mulai bergerak ke wilayah lain. Pergerakan
itu mulai tampak dari jatuhnya korban di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bahkan,
kabarnya, ratusan pasukan ninja kini sedang berkeliaran di wilayah Jakarta
dan sekitarnya. Mereka siap menebar teror warga ibukota.   

Celakanya, sampai sekarang, aparat keamanan belum bisa menghentikan gerakan
pasukan ninja tersebut. Wah, bagaimana ini Pak Wiranto? (*)

------------------------------
Berlanganan XPOS secara teratur
Kirimkan nama dan alamat Anda
ke: ekspos@hotmail.com



----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist