[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR---MODUS BARU APARAT: CEGAT MAHASISWA DI DEPAN KAMPUS



Precedence: bulk


MODUS BARU APARAT: CEGAT MAHASISWA DI DEPAN KAMPUS

        JAKARTA, (SiaR, 15/9/99). Aparat keamanan kini punya cara baru
membendung aksi demonstrasi mahasiswa. Cara baru itu, menghadap barisan
mahasiswa di depan-depan kampus. Demo penolakan RUU Penanganan Keadaan
Bahaya (PKB) mahasiswa Forum Kota Selasa (14/9) di hadang di depan
kampus-kampus mereka.

        Barisan mahasiswa Forkot dari Universitas Kristen Indonesia yang
hendak bergerak ke Gedung MPR/DPR dihadang di depan kampus universitas yang
terletak di Cawang, Jakarta Timur itu. Begitu juga barisan mahasiswa lainnya
yang hendak bergerak dari Universitas Borobudur di Jl Raya Kalimalang ke
gedung DPR-MPR. Sekitar lima ratus mahasiswa Forkot dihadang tiga truk
aparat PHH dan dua truk polisi. Barikade aparat gabungan tidak mengijinkan
mahasiswa yang akan menuju Gedung DPR/MPR. 

        Akibat penghadangan itu praktis ruas Jl Raya Kalimalang macet total.
Menghadapi hadangan tersebut terjadi bentrokan ketika para mahasiswa mencoba
menerobos barikade petugas. Masyarakat pun ikut melempari petugas karena
marah melihat kelakuan aparat. Perang batu berlanjut hingga memuncaknya
kemarahan massa dengan membakar truk polisi. Rakyat dan mahasiswa
menggulingkan truk itu dan membakar di jalan tepat di depan kampus
Universitas Borobudur. 

        Penghadangan serupa juga terjadi di kampus IAIN Syarif Hidayatullah,
Ciputat, ketika rombongan mahasiswa yang tergabung dalam Forkot ditangkapi
petugas. Menurut kesaksian seorang mahasiswa dari ISTN, ada 34 mahasiswa
yang ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

        Penghadangan mahasiswa di kampus masing-masing sebenarnya telah
dijalankan Jum'at (10/9) pekan lalu ketika Front Aksi Mahasiswa untuk
Reformasi dan Demokrasi (Famred) berdemonstrasi menolak RUU Keadaan Darurat
di depan kampus STIE Rawamangun. Akibatnya ratusan mahasiswa yang menumpang
tiga metromini menuju Gedung MPR/DPR bentrok dengan petugas. Begitupun
rombongan mahasiswa Universitas Tarumanegara (Untar) sebanyak dua metromini
dihadang sebelum bergabung dengan rombongan Famred lainnya. Dalam bentrokan
itu empat mahasiswa Untar luka parah. 

	Di depan kampus UKI sekitar pukul 16.30 WIB masyarakat yang menyaksikan
bentrokan mahasiswa dengan aparat tak tahan. Ratusan warga setempat membantu
mahasiswa dan melawan aparat. Sebuah mobil militer akhirnya dibakar massa.

        Menurut seorang aktifis Forkot, pasukan TNI bersenjata lengkap
dibantu Kamra yang dipersenjatai senapan laras panjang dan tameng secara
brutal menyerang mahasiswa. Selain itu anggota-anggota Resimen Mahasiswa
(Menwa) juga dikerahkan aparat untuk melawan mahasiswa lainnya. Beberapa
anggota Menwa membawa parang dan senjata tajam, sembari teriak: "Mana anak
Forkot yang ngaku dari UKI, mana mereka!" *** 


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html