[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

TNI Watch!---ANGGOTA TNI MELEMPAR GRANAT, DUA TEWAS, PULUHAN LUKA



Precedence: bulk


ANGGOTA TNI MELEMPAR GRANAT, DUA TEWAS, PULUHAN LUKA

        KENDAL, (TNI Watch! 23/11/99). Kartono (32), seorang anggota TNI
berpangkat Sersan Satu (Sertu) meledakkan granat tangan di tengah kerumunan
massa di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kelurahan Bandengan, Kecamatan
Kendal Kota, Kendal, Minggu pagi (21/11). Akibatnya, 3 warga tewas seketika
dan 20 lainnya mengalami luka parah serta ringan. Mereka yang mati itu aalah
Zamroni (17) dan Sukat (24). Sedangkan  yang luka-luka dirawat RS Dr.
Kariadi Semarang dan RS Suwondo Kendal.

	Kepala Penerangan Kodam IV Diponegoro Kolonel (CZI) Sugeng Suryanto hari
Senin mengemukakan, tersangka yang juga Anggota Batalyon 401 Banteng Raiders
Kodam IV Diponegoro, Srondol Semarang ini sekarang telah diamankan di
Detasemen Polisi Militer Salatiga, setelah hari Senin (22/11) ditangkap di
rumah mertuanya di Desa Karangsari, Kabupaten Kendal (Jateng). 

	Sugeng Suryanto kepada wartawan mengakui bahwa ketika beraksi, Kartono
berpakaian seragam doreng dan berbaret hijau. Ia juga membawa dua buah
pistol jenis FN dan pistol isyarat. Kini keduanya sudah diserahkan kepada
kesatuannya melalui saudaranya, seorang purnawirawan CPM. 

        Komandan Kodim Kendal Letkol Hadito mengatakan, granat yang
diledakkan Kartono berasal dari sisa granat ketika bertugas di Timor Timur.
Sebab granat itu buatan Korea dengan sensitifitas sentuhannya sangat tinggi,
area jangkauan sasarannya juga lebih luas daripada granat buatan Pindad
Bandung. Apalagi, serpihan logamnya kecil-kecil dengan daya tembusnya yang
tinggi. "Luka para korban yang terkena serpihan granat, rata-rata lukanya
kecil, sebesar butir beras namun dalam," jelas Komandan Kodim Kendal Letkol
Hadito
	
	Menurut keterangan dari Komandan Batalion, atasan Kartono kepada Hadito,
granat di gudang penyimpanan di Srondol masih utuh, tidak ada yang hilang.
Dengan kata lain, granat yang digunakan bukan berasal dari markas BR di
Srondol. Kemungkinan, merupakan koleksi pribadi. Demikian halnya pistol di
gudang penyimpanan yang hilang dan diduga digunakan oleh pelaku hanya sebuah. 
	
	Suasana Dukuh Kisik, Kelurahan Karangsari masih mencekam. Dukuh yang dihuni
sekitar 500 penduduk ini, Senin (22/11) siang, diserbu ratusan pemuda
Bandengan yang bermaksud melampiaskan dendam mereka atas tewasnya Sukat dan
Jamroni. Beberapa rumah dirusak, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Seluruh penghuninya sudah lebih dahulu mengungsi ke sanak keluarga yang
rumahnya berjauhan dengan Dukuh Kisik. Sebagian lagi ditampung di balai
Kelurahan Karangsari.	
	
	Sejak kasus peledakan granat tersebut, puluhan anggota TNI baret hijau
terlihat bergerombol di sekitar Kodim, Kantor Perhutani, Pertigaan Pasar
Kendal, sambil menenteng senjata laras panjang. Serangan Kartono sendiri
menurut kerabat dekatnya berawal dari ketidaksenangan Kartono atas perlakuan
massa desa Bandengan yang dikabarkan telah merusak sejumlah warung milik
warga Karangsari, termasuk warung milik mertuanya, Ahmad Basuki (55), hari
Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB. 
	
	Konflik antara desa Bandengan dan Karangsari yang meletup kembali pada
Sabtu malam itu bermula dari adanya laporan bahwa dua orang kakak beradik
warga Bandengan ketika berboncengan motor melewati desa Karangsari dilempari
batu hingga luka-luka oleh orang yang diduga dari Karangsari. Isu itu
menyebar dan membuat panas orang-orang Bandengan. Dua setengah jam kemudian,
ratusan warga Bandengan beramai-ramai melabrak ke Karangsari, untuk menuntut
balas.
	
	Kehadiran warga Bandengan ini disambut pula oleh masyarakat Karangsari.
Namun karena yang menyambut mereka lebih banyak, akhirnya massa dari
Bandengan mundur. Namun, ketika mundur itulah, massa merusak beberapa kios,
termasuk milik Ahmad Basuki.
	
	Mendapat laporan adanya serangan dari desa lain, pada hari Minggu sekitar
pukul 06.30 WIB, sambil berjalan kaki sendirian, Kartono masuk ke wilayah
Bandengan. Di sepanjang gang, ia melepaskan beberapa kali tembakan ke atas
sehingga mengundang perhatian puluhan warga yang sedang duduk-duduk di dekat
TPI.
	
	Massa Bandengan yang tidak terima dengan sikap Kartono terus mendekat dan
berusaha menyerang. Setelah sudah mulai terdesak massa, kemudian Kartono
menarik pin granat dengan giginya. Tanpa basa-basi, granat tersebut langsung
ia lempar ke arah kerumunan massa dan meledak. Korban bergelimpangan di tepi
Jalan Raya Bandengan. 

	Sebelumnya, di Kendal terjadi pula penembakan yang dilakukan oleh tentara.
Rusmani (31), seorang warga Desa Jatirejo, Kecamatan Pegandon, Minggu
(31/10) malam, tewas diterjang dua peluru tajam yang dilepaskan  seorang
anggota Koramil Pegandon, Kendal berpangkat Serda. Satu peluru bersarang di
dada dan satu lagi di punggung. Sedangkan rekan korban, Kamin (20), jatuh
terkulai akibat tembakan pada paha kaki kanannya. Dua hari berikutnya
anggota Koramil itu menyerahkan diri ke Sub Denpom Kendal, Selasa (2/11).

	Menurut informasi penembakan beruntun, di Jl. Magangan menuju hutan,
tepatnya di sisi barat Balaidesa itu bermula dari dugaan tersangka atas
rombongan Rusmani cs yang dianggap sebagai kelompok pencuri kayu jati milik
Perhutani. Kematian Rusmani membuat kemarahan warga Jatirejo. Namun
perusakan tidak sempat meluas setelah Yon Arhanud 15 Jatingaleh, Semarang
melakukan penjagaan secara ketat.***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html