[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

TNI Watch!---WARGA GOMBONG TUNTUT KODAM IV DIPONEGORO



Precedence: bulk


WARGA GOMBONG TUNTUT KODAM IV DIPONEGORO

        KEBUMEN, (TNI Watch!, 06/12/99). Keluarga empat korban tewas akibat
meledaknya granat di lokasi latihan Sekolah Calon Taruna (secata) TNI AD
atau depo pendidikan (Dodik) di Gombong, terus mengajukan tuntutan kepada
Kodam IV Diponegoro sebagai pihak yang bertanggungjawab. Warga desa Bonosari
kecamatan Sempor Kebumen ini menuntut pihak tentara agar memberikan santunan
seumur hidup bagi keluarga korban.

	Tuntutan warga tersebut terungkap dalam dengar pendapat antara tokoh desa
Bonosari dengan komisi E DPRD Kebumen, beberapa waktu lalu yang khusus
diadakan untuk mencari kejelasan masalah meledaknya granat di lokasi latihan
Secata hingga menewaskan empat orang anak. Sebelumnya sejumlah LSM dan tokoh
masyarakat mendesak pemerintah dan pihak militer untuk segera membentuk tim
investigasi untuk menyelesaiakan kasus keteledoran tentara yang menyebabkan
tewasnya empat orang anak Bonosari karena ledakan granat tersebut. Secata
(Dodik) Gombong ini merupakan lembaga pendidikan di bawah Resimen Infanteri
Kodam (Rindam) IV Diponegoro.

	"Warga tak menuntut secara hukum. Namun secara kemanusiaan, mereka meminta
agar pihak tentara memberikan santunan seumur hidup bagi keluarga korban,"
kata A Kosasih, ketua Komisi E DPRD II Kabupaten Kebumen. DanSecata Mayor
Inf Sarono yang diharapkan hadir dalam acara itu tak datang. Pihak Secata
Dodik yang hadir hanya Letda Sumarjan, selaku perwira pengamanan.

	Dalam dengar pendapat tersebut masyarakat Bonosari selain minta santunan
dan meminta biaya prosesi pemakaman keempat korban juga mendesak pihak
secata (dodik) untuk membuat pagar pembatas berduri keliling antara lokasi
latihan dengan hutan pinus dan pemukiman atau wilayah milik penduduk.

	Letda Sumarjan dalam kesempatan itu menyangkal bahwa granat yang meledak
dan menewaskan empat orang anak itu adalah granat yang dipakai latihan
terakhir siswa secata. Sebab menurutnya, granat yang meledak itu telah
karatan. Sumarjan mengatakan, selama latihan pelemparan granat siswa Secata
itu telah sesuai dengan prosedur. Bahkan dari tiga kali lemparan, semua
telah bisa diselamatkan. Menurutnya, lemparan pertamanya 126 granat, tidak
meledak dua bisa diselamatkan. Latihan kedua lemparan 125 granat, ada empat
buah tak meledak, satu diledakkan dan tiga berhasil diamankan. Sedangkan
latihan ketiga, 126 granat dilempar, ada dua granat yang tidak meledak,
namun bisa diselamatkan. 

	Namun keterangan Sumarjan tersebut tidak membuat Komisi E DPRD bergeming.
Lepas dari latihan ke berapa, yang jelas Secata tidak disiplin atau teledor
sehingga ada granat meledak dan menewaskan masyarakat sipil.***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html