[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

TNI Watch!---LETJEN TNI JOHNY LUMINTANG TANTANG PRABOWO




LETJEN TNI JOHNY LUMINTANG TANTANG PRABOWO

        JAKARTA, (TNI Watch! 22/3/2000). Letjen TNI Johny Lumintang, 
Gubernur Lemhanas, menantang Letjen (Purn) Prabowo Subianto, untuk tidak 
kepalang tanggung membongkar peristiwa Kerusuhan Mei 1998. Prabowo, mantan 
Danjen Kopassus dan Pangkostrad, berencana menulis buku tentang Kerusuhan 
Mei 1998, yang menyebabkan jatuhnya Soeharto dan dicopotnya Prabowo dari 
jabatan prestisius Pangkostrad. 

        Johny menantang Prabowo agar jujur jika buku itu ditulis dari 
berbagai peristiwa seputar Kerusuhan Mei 1998 tersebut. "Lebih baik kalau 
dia buka-bukaan, semuanya. Dan harus fair. Misalnya, mengapa saya kok cuma 
menjabat Pangkostrad selama 17 jam," ujar Lumintang.

        Lumintang, lulusan Akmil 1970, memang memiliki dendam tersendiri di 
seputar peristiwa itu. Setelah Soeharto jatuh, pada 21 Mei 1998, Panglima 
ABRI, Jendral TNI Wiranto mencopot Pangkostrad Prabowo dan menggantikannya 
dengan Johny Lumintang. Tapi belum sehari memimpin kesatuan terbesar di 
Angkatan Darat itu, Lumintang  sudah diganti jendral lain, yakni Mayjen TNI 
Djamari Chaniago. Hingga kini, tidak ada pemberitahuan resmi kepada 
Lumintang, mengapa ia dicopot dalam 17 jam. "Saya kaget waktu itu," ujar 
Lumintang. Ada yang bilang, ini karena desakan kubu "ABRI Hijau", yakni 
jendral-jendral yang menggunakan politik aliran (Islam) pimpinan Prabowo, 
karena Lumintang adalah jendral Kristen. 

        Lumintang adalah orang Manado. Ia dan Prabowo sebenarnya masih 
saudara. Prabowo masih adik sepupu Lumintang. Ny. Soemitro Djojohadikusomo, 
ibu Prabowo, adalah seorang perempuan asal Manado dan beragama Kristen. Dari 
Ny. Soemitro inilah hubungan keluarga Prabowo dan Lumintang terjadi. Namun, 
kendati mereka berdua masih saudara, jalan yang ditempuh masing-masing 
berbeda. Prabowo, lulusan Akmil 1974, memilih jalan politik aliran di klik 
"ABRI Hijau", sedangkan Lumintang  memilih berada di jalur ajaran Panglima 
Besar Jendral Soedirman, menjadi TNI yang Nasionalis. Ia tergabung di 
kelompok "ABRI Merah-Putih." 

        Permusuhan Lumintang vs Prabowo sudah dimulai sejak Lumintang jadi 
Komandan Korem 164/Wiradharma Timor Timur (1993-1995). Prabowo, sebagai 
Wadanjen Kopassus, sering melakukan operasi-operasi intelijen dan operasi 
militer di Timor Timur, di luar pengetahuan Lumintang. 
        
        Lalu, pertikaian keduanya berlanjut ketika Prabowo dan pasukan 
Kopasusnya datang ke Irian Jaya (kini Papua) untuk ikut menangani kasus 
penyanderaan sejumlah peneliti oleh gerilyawan Organisasi Papua Merdeka 
(OPM), 1996. Prabowo ketika itu Danjen Kopasus dan Lumintang adalah Kasdam 
XII/Trikora. Kodam Trikora, ketika itu Pangdamnya Mayjen TNI Dunidja, marah 
karena pasukan Prabowo tidak mau tunduk di bawah komando Panglima Kodam, dan 
bahkan melancarkan operasi sendiri, tanpa koordinasi dengan pasukan Kodam. 

        Soal rencana Prabowo menulis buku seputar peristiwa Kerusuhan Mei 
1998, Lumintang akan akan menyumbangkan versinya. Lumintang menyebut nama 
Jendral Wiranto yang menurutnya memegang banyak kunci dan mantan peristiwa itu.

        Peristiwa Mei merupakan rencana Mabes ABRI ketika itu untuk 
"membakar" Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Tujuannya, seperti skenario 
Malari, mengkambinghitamkan mahasiswa sebagai penyebab tragedi itu. Ketika 
itu, para komandan tentara memerintahkan pasukannya berdiam di 
markas-markas, dan para jendral yang bertanggungjawab atas keamanan, terbang 
ke Malang karena ada pelantikan Panglima Divisi II/Kostrad (termasuk Prabowo 
yang ketika itu Pangkostrad). Sepulang dari Malang para jendral itu 
berkumpul di Mabes ABRI, memantau Jakarta dilalap kerusuhan, pembunuhan, 
perkosaan dan penjarahan. 

        Jika Prabowo mengungkap semuanya, hampir semua jendral Angkatan 
Darat yang kini masih aktif, akan terseret dalam tanggungjawab. Makanya, 
Wiranto dan jendral-jendral yang dulu memegang kendali keamanan ibukota, 
kini ketar-ketir. Beranikah Prabowo mengungkap semuanya? Atau ia hanya akan 
mengungkap secuil kisah yang akan membersihkan namanya dari tuduhan 
perencana kerusuhan dahsyat itu?

        Jika Prabowo berani benar-benar terbuka dan bersikap obyektif dalam 
penyusunan buku putihnya, diperkirakan akan banyak masalah yang terungkap. 
Baik yang masih benar-benar belum diketahui masyarakat luas, maupun yang 
pernah berkembang sebagai isu tanpa pernah diklarifikasi secara benar.

        Di antara peristiwa tersebut, adalah beberapa kebijakan Jenderal TNI 
Wiranto yang dinilai bermotif memanfaatkan keadaan di masa pra dan pasca 
kerusuhan Mei, untuk menyingkirkan elite militer yang dianggap berpotensi 
untuk menjadi pesaingnya di TNI. Antara lain, Prabowo sendiri. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, 
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan 
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang 
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya 
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.


- ----------------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org