[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR-->XPOS: SIDANG UMUM ATAU SIDANG ISTIMEWA




Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@excite.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 19/III/5-11 Juni 2000
================================================

SIDANG UMUM ATAU SIDANG ISTIMEWA

(POLITIK): Usul Poros Tengah mengusung nama Mega-Akbar diragukan.
Akbar Tanjung dan Amien Aryoso enggan "membeli" ide itu.

Jatuh atau tidak. Dua kata itu yang belakangan ini jadi diskusi serius
di kalangan pengamat politik maupun aktifis. Yang mereka bicarakan
tentu saja posisi Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sejak dari
pencopotan dua menteri, Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla yang memicu
kemarahan para elit PDI-P hingga terbongkarnya kasus Bulog, banyak
pihak sudah mempertanyakan hal itu. Mereka memperkirakan, pada sidang
tahunan MPR-RI bulan Agustus mendatang, rasa ingin tahu mereka sudah
akan terjawab.

Kasak-kusuk memang terus dilakukan para lawan politik Gus Dur yang
merasa sakit hati terhadap cara presiden membagi-bagi kapling
kekusaan. Mereka dimotori oleh Amien Rais dan sejumlah tokoh Poros
Tengah. Di berbagai kesempatan, Amien Rais berulang-kali menyatakan
kekecewaannya terhadap Gus Dur yang dianggapnya telah melanggar
komitmen. Ia pun mengindikasikan adanya pertemuan partai-partai besar
dengan tujuan mengganti kepemimpinan nasional. Demikian pula dengan
Ketua Umum PPP, Hamzah Haz yang hari Minggu lalu (28/5)
terang-terangan menyatakan keinginan partainya yang akan mendukung
mosi tidak percaya pada pemerintah, jika Gus Dur terbukti melanggar
salah satu Ketetapan MPR.

Sebagian elit PDI-P pun dikabarkan telah didekati kelompok Poros
Tengah. Bahkan, menurut sumber, sudah ada kesepakatan antara Eggy
Sudjana yang belum lama ini gagal jadi Ketua DPP Partai Bulan Bintang,
dengan Taufik Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri yang kini punya
pengaruh amat kuat di tubuh DPP PDI-P. Kabarnya, Eggy sudah
menyanggupi untuk memperkuat serta memimpin "sayap Islam" dan
komunitas buruh PDI-P. Disebutkan, sebelum adanya deal ini, sudah
terjadi pertemuan berkali-kali antara PDI-P dengan sejumlah partai
yang menghendaki Gus Dur diganti, termasuk Golkar. Seperti diberitakan
media ini sebelumnya, isi pembicaraan di antara partai-partai itu
sudah sangat maju. Mereka sepakat untuk mengusung nama Megawati
Soekarnoputri dan Akbar Tanjung sebagai duet alternatif pengganti Gus
Dur. 

Sejauh mana kasak-kusuk ini mampu menggoyang Gus Dur? Yang sudah
pasti, DPR akan menggunakan hak interpelasi (hak bertanya dan meminta
keterangan pada presiden) bulan Agustus nanti. Hal ini dipastikan pada
hari Senin lalu (29/5), setelah dalam rapat pleno DPR, rencana
penggunaan hak interpelasi itu diserahkan pada Bamus. Penggunaan hak
interpelasi itu dimungkinkan setelah Ketua DPR Ak-bar Tanjung menerima
277 tanda tangan dukungan dari lima fraksi di DPR. Tak kurang dari 125
dari 147 anggota fraksi PDI-P serta 99 dari 113 anggota fraksi Golkar
yang ikut tanda tangan. Sisanya, dari fraksi Reformasi dan fraksi PPP.

Cukupkah untuk jatuhkan Gus Dur? Tentu saja, belum. Bagaimanapun, hak
interpelasi hanya hak bertanya pada presiden. Bila presiden mampu
memberi jawaban memuaskan, takkan terjadi sesuatu yang dramatis.
Anggota dewan mungkin saja tak mau menerima keterangan dari presiden.
Kendati demikian, itu tak berarti presiden dapat langsung dipecat.
Soalnya, mekanisme impeachment tidak dikenal dalam konstitusi RI.
Selama, presiden mampu tunjukkan dirinya tak melanggar konstitusi,
posisinya masih akan kuat.

Presiden hanya mungkin "dijatuhkan", bila ada situasi khusus di luar
sidang MPR memaksa. Inilah yang tampaknya sedang disiapkan para lawan
politik Gus Dur, yaitu melakukan aksi-aksi yang bertujuan
mendelegitimasi kepemimpinan Gus Dur. Bulan Juni ini, kabarnya, akan
terjadi "ledakan" peristiwa di berbagai tempat bertujuan mempengaruhi
kepercayaan masyarakat di dalam dan luar negeri terhadap pemerintah.
Hanya saja, aksi semacam ini pun, pasti bakal diantisipasi oleh
militer yang pro-Gus Dur serta para pendukung tradisionalnya, NU.

Peluang Gus Dur bertahan, berdasarkan hitung-hitungan tadi, jelas
lebih besar. Apalagi, belakangan, ada keraguan sejumlah elit PDI-P
pada usulan untuk mengusung Mega-Akbar sebagai pengganti Gus Dur-Mega.
Keraguan ini bersumber pada ketidakyakinan mereka pada komitmen Poros
Tengah mempertahankan duet tadi, seandainya Gus Dur benar-benar jatuh.
Bagaimanapun, para elit PDI-P masih ingat betul peristiwa seputar
SU-MPR tahun lalu ketika Poros Tengah terang-terangan menolak dipimpin
oleh presiden perempuan karena tak sesuai hukum Islam. Bila dulu
mereka menyabot Megawati, apa jaminannya mereka takkan melakukannya
lagi nanti --apalagi Amien Rais diketahui punya ambisi jadi orang
nomor satu? Itu jadi keraguan besar. Itu pula sebabnya, Amien Aryoso
harus mengingatkan fraksi-fraksi di DPR untuk "tidak memanipulasi
rencana hak interpelasi usaha untuk menjatuhkan pemerintah." Hal
serupa juga dilakukan Arifin Panigoro yang sebelumnya begitu keras
ingin memberi pelajaran pada Gus Dur.

Selain PDI-P, Akbar Tanjung dari Partai Golkar pun, sebetulnya tak
terlalu tertarik dengan "jualan" Poros Tengah. Kepada sumber Xpos
Akbar mencela gaya berpolitik Amien Rais yang dikatakannya terlalu
"ambisius". Akbar memang kesal dengan ulah Gus Dur belakangan ini. Ia
percaya, Gus Dur sedang berupaya "menimbun" dana besar agar bisa
mempertahankan kekuasaannya. Namun, ia belum setuju untuk "menggeser"
Gus Dur dalam situasi sekarang. Bagaimana persisnya sikap Golkar
nanti, menurut Akbar yang memang dikenal sebagai politisi licin, akan
sangat tergantung pada situasi persidangan. Jika Gus Dur bertahan
"OK", jika jatuh pun "OK".

Skenario mana yang bakal berjalan bulan Agustus nanti?  Yang pasti,
Gus Dur bakal dijewer keras. Nah, kalau sekedar itu sih, setuju-setuju
saja. (*)


=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: ekspos@excite.com

- --------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org