[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR-->XPOS: JAKSA AGUNG BAKAL DICOPOT




Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@excite.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 19/III/5-11 Juni 2000
================================================

JAKSA AGUNG BAKAL DICOPOT

(POLITIK): Kasus Texmaco di-SP3-kan oleh Kejaksaan Agung. Akibatnya
Jaksa Agung Marzuki Darusman bakal diganti Baharuddin Lopa.

Meskipun sudah empat menteri sudah dicopot di tengah jalan, namun isu
pergantian anggota kabinet terus saja bergulir. Setelah Hamzah Haz,
Wiranto, Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla, kali ini isu pergantian
menerpa Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri Kwik Kian
Gie dan Jaksa Agung Marzuki Darusman.

Isu pencopotan Kwik merebak minggu ini menyusul makin dekatnya
pengucuran bantuan 400 juta dolar AS dari Dana Moneter Internasional
(IMF) pada 5 Juni mendatang. "Sebelum dikucurkannya bantuan 400 juta
dolar AS dari IMF, Presiden Gus Dur akan mencopot lebih dulu Kwik. Ini
dimaksukan agar Presiden Gus Dur tidak kehilangan muka dan
dipermalukan oleh Kwik dan PDI-P, " ujar seorang analis ekonomi kepada
Xpos.

Sedangkan isu pergantian Jaksa Agung Marzuki Darusman beredar pekan
lalu menyusul hebohnya penerbitan Surat Penghentian Penyidikan Perkara
(SP3) Kasus Texmaco. Akibat menerbitkan SP3, kabar yang diterima Xpos,
Kiki --begitu ia dipanggil akrab oleh sahabat-sahabatnya-- merasa
resah, bimbang dan takut. "Hal itu disebabkan karena ia merasa
mengingkari hati nuraninya, di samping takut sama Gus Dur dan memang
sudah terima komisi atas turunnya SP3," ujar sumber lainnya.

Dalam kasus SP3 Texmaco, Kiki memang sulit ditebak. Ia merasa
mengingkari hati nuraninya, namun menurut sahabat Kiki di LSM, Kiki
diperkirakan menerima sejumlah dana dari Marimutu Sinivasan, bos
Texmaco. Sedangkan takutnya Kiki, ia memang takut kalau dicopot di
tengah jalan oleh presiden akibat melawan kehendak presiden. 

Kabarnya, Marzuki akan membeberkan "keterlibatan" Gus Dur dalam kasus
Texmaco, sebelum ia dicopot. Tentu saja itu sebagai sikap kader Golkar
yang ingin cari muka sebelum dituduh. 

Kiki terima suap dari Texmaco memang menjadi isu baru sekarang ini.
Menurut seorang aktifis, dalam sebuah pertemuan dengan seorang
menteri, Kiki menanyakan kira-kira berapa bos Texmaco Grup, Marimutu
Sinivasan itu berani membayarnya jika ia meng-SP3-kan kasus Texmaco.
Entah itu bercanda atau serius, tidak tahu pasti.

Yang jelas, menurut sumber Xpos, Kiki awalnya pesimis setelah tahu
bahwa Presiden Gus Dur juga bertemu dengan Marimutu Sinivasan ketika
kasus Texmaco belum lama diungkapkan oleh Laksamana Sukardi. Itu yang
membuat Kiki hopeless.

Sebelumnya, dalam kasus PT Mapindo Parama yang melibatkan Bob Hasan,
Kiki diduga juga main mata dengan temannya Raja Hutan lainnya Prajogo
Pangestu. Prajogo yang harusnya ikut dipanggil dan masuk bui, tetapi
berkat Kiki, ia hanya dijadikan saksi saja. Pemeriksaannya di
Kejaksaan Agung pun dilakukan malam hari ketika wartawan tidak ada
lagi yang meliputnya.

Sekjen Soeripto pun mangkel, sehingga hal itu diceritakan pada
wartawan di lingkungan unit Departemen Kehutanan dan Perkebunan
(Dephutbun). Bahkan, Soeripto sempat meminta bantuan Kopasgat, korps
pasukan gerak cepat TNI-AU, untuk ikut menjaga Bob Hasan di ruang
tahanan agar Bob Hasan tidak keluar malam-malam menemui keluarga dan
Soeharto.

Soal pergantian Kiki, menurut sumber Xpos, akan dilakukan pada
pertengahan Juni ini. Penggantinya disebut-sebut Baharuddin Lopa yang
saat ini menjabat Duta Besar Indonesia di Arab Saudi. Lopa pernah
menjadi hakim agung dan Dirjen Lembaga Pemasyarakatan. "Pak Lopa itu
ditunjuk oleh Gus Dur atas rekomendasi Ketua PPP Hamzah Haz yang
pernah dicopot oleh Gus Dur," kata sebuah sumber istana.

Awalnya, Gus Dur akan menunjuk Marsilam Simanjuntak untuk menjadi
Jaksa Agung. Marsilam adalah seorang doktor hukum  yang disertasinya
menyangkut politik ketatanegaraan. Namun, rsiko politiknya terlalu
besar, terutama dari partai-partai penyokong Gus Dur. Di samping
Kristen, dia juga anggota Fordem (Forum Demokrasi) teman dekatnya Gus
Dur, yang non partai. 

Sementara itu menyangkut pergantian Menko Ekuin Kwik Kian Gie, Gus Dur
memang ingin mendahului manuvernya Kwik. Cuma, masalahnya, Gus Dur
sampai sekarang ini belum bisa memastikan siapa orang Indonesia yang
handal dan diakui oleh dunia internasional (IMF dan World Bank) untuk
menggantikan posisi Kwik.

"Kwik itu kadung dipuji-puji oleh IMF dan World Bank. Kalau diganti,
apalagi penggantinya tak selevel dia, citra Indonesia dan Gus Dur akan
jatuh. IMF dan World Bank bakal lari," keluh pejabat istana.

Kepala Bulog Dr Rizal Ramli memang pernah dilirik oleh Gus Dur untuk
on the job menjadi Menko Ekuin. Namun, keburu kecium pers. Apalagi
Rizal Ramli sempat berkoar-koar dalam pertemuan dengan mahasiswa
angkatan 77-78 di Jawa Tengah, bahwa ia sedang on the job sebagai
Menko Ekuin. Dalam rapat Senin malam di Istana Negara pun, Rizal sudah
ditunjuk oleh Gus Dur menjadi notulis dalam rapat ekonomi yang
langsung dipimpin oleh Gus Dur sendiri dan tidak mengajak Menko Ekuin
Kwik dan Menteri Keuangan Bambang Sudbyo.

Gus Dur juga sudah jelas-jelas mengangkat Dipo Alam, Sesmenko Ekuin,
yang pernah mencalonkan diri jadi Presiden saat Soeharto masih
berkuasa itu, sebagai "pengawas Kwik". Kwik memang dicurigai Gus Dur
akan bermanuver, sehingga perlu dimata-matai.

Namun, penggantian Kwik, akan sangat beresiko. Terutama hubungan baik
dengan PDIP. (*)


=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: ekspos@excite.com

- --------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org