[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR-->XPOS: SIAPA YANG TAK SUKA ACEH AMAN?




Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@excite.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 19/III/5-11 Juni 2000
================================================

SIAPA YANG TAK SUKA ACEH AMAN?

(POLITIK): Penandatanganan nota kesepakatan untuk mengakhiri kekerasan
di Aceh disambut hangat oleh masyarakat. Tapi mengapa situasi Aceh
terus kacau?

Gema takbir di surau-surau sebagai simbol syukur rakyat Aceh atas
pendatanganan kesepakatan damai antara pemerintah Indonesia dengan
gerakan Aceh merdeka, tampaknya tak dimengerti oleh pihak-pihak
tertentu. Pertikaian yang diharapkan segera berakhir itu kini justru
semakin menjadi-jadi. Sejumlah peristiwa berdarah terus saja terjadi
di Aceh. Bahkan kini sasarannya tidak hanya masyarakat sipil Aceh,
tapi sudah simbol-simbol militer dan kepolisian Indonesia, dan bahkan
pribadi para perwira pertama di jajaran kepolisian maupun TNI yang
bertugas di Aceh. Dalam paruh Mei 2000 saja, sedikitnya dua perwira
meninggal dan mereka adalah putera kelahiran tanah rencong yang
dikenal dekat dengan masyarakat sipil di Aceh.

Akhir bulan lalu (29/5), Lettu Inf. Katimin (44) roboh diterjang
peluru di toko rental VCD di Geudong, Lhokseumawe. Komandan Rayon
Militer Samudera itu di kening, pipi kanan, dada kiri dan rusuk kiri
tertembus timah panas. Kejadian Senin sore tersebut dilakukan dua
orang bersenjata. Pelaku penembakan langsung kabur dengan menggunakan
kendaraan GL 100, entah kemana. Mereka hanya meninggalkan jejak di TKP
yaitu selongsong peluru bekas yang diduga keras dipakai untuk menembak
Lettu Katimin dengan menggunakan pistol FN-45. Aparat yang melakukan
sweeping di jalanan sepanjang Kota Geudong pun hanya menyebabkan
kemacetan lalu lintas Medan-Banda Aceh, saja.

Pada hari yang sama dua mobil aparat keamanan yang ditumpangi Danton
Brimob dan TNI bersama Kapolsek serta Danramil Sampoiniet, Aceh Barat
digranat kelompok tak dikenal di kawasan Babah Ngom Desa Patek Kec.
Sampoiniet Senin (29/5) sore. Meski granat rakitan yang dipasang di
pangkal jembatan itu sempat diledakan dan mengena salah satu mobil,
dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Kedua mobil yang
bermuatan 15 personil Polri/TNI dari Kec. Sampoiniet itu sedang dalam
perjalanan pulang dari Calang Kec. Krueng Sabe ke Lhok Kruet Kec.
Sampoiniet. Rombongan personil Polri/TNI dari Lhok Kruet turun ke
Calang untuk mengikuti pertemuan sosialisasi MoU dengan Kasub Sektor
dan Dandim Letkol Inf Widhagdo. Sesampai di kawasan Babah Ngom Desa
Patek Kec. Sampoiniet, saat kedua mobil melintasi jembatan, granat
yang dipasang kelompok tak dikenal itu meledak. Ledakan granat rakitan
yang dipasang di pangkal jembatan lintasan Meulaboh-Banda Aceh itu
hanya merusak bagian depan mobil kijang yang kebetulan berada di
posisi belakang.  

Sementara itu seorang perwira lagi bernama Letkol Inf. Sulaiman Ahmad
SH (55) juga diketemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Desa
Lancang Barat, Kec. Dewantara, Aceh Utara, sehari sebelumnya (28/5).
Kepala Biro Tenaga Kerja (Karonaker) PT KAA itu telah diculik sekitar
delapan orang sipil bersenjata di Desa Ulee Nyeeu, Nisam, Aceh Utara
(27/5). Menurut keterangan saksi, korban pada Sabtu sekitar pukul
11.30 WIB melakukan check kesehatan di RS Arun. Dalam perjalanan
pulang dengan menumpang mobil ambulan bersama seorang sopir dan tenaga
medis PT KKA, dr Pahlawan, di Ulee Nyeue ambulan dihentikan
segerombolan orang bersenjata. Setelah Letkol Sulaiman  diturunkan,
ambulan diperintahkan terus melaju. Sejak saat itu Letkol Inf.
Sulaiman Ahmad hilang tak berkabar dan ditemukan dalam keadaan
meninggal, dengan luka bekas jerat di leher.

Pada hari itu juga ditemukan pula mayat Mansur alias Tjut Aja (32) di
Desa Padang Sakti, Kec. Muara Dua, Aceh Utara. Ia diduga salah satu
korban luka yang sempat melarikan diri dalam peristiwa di Hagu Barat
Laut, Lhokseumawe yang menewaskan delapan orang (18/5). Korban
ditemukan dalam posisi telungkup dengan tangan terpotong dan terikat
di JL. Line Pipa.

Tiga hari sebelumnya (15/5) anggota Brimob BKO Polsek Jantho
dilaporkan digranat oleh Gerombolan Bersenjata Pengacau Keamanan
(GBPK) dengan menggunakan senjata pelontar/GLM di kawasan Indrapuri,
Aceh Besar. Dansatgaspen Operasi Sadar Rencong (OSR) III, Kol Pol
Safril DM di Banda Aceh, Senin, mengakui terjadinya penyerangan
terhadap anggota Brimob yang mengakibatkan tiga orang anggota
mengalami luka-luka terkena serpihan granat. Penyerangan yang di
tengah hari tersebut, terjadi ketika satu regu anggota Brimob ingin
kembali ke markasnya di Polsek Jantho, setelah mengambil logistik di
Polres Aceh Besar. Namun, sesampainya di kawasan Indrapuri, sekitar 25
Km dari Banda Aceh, anggota Brimob sebanyak 12 orang dengan
mengendarai truk diserang dengan GLM, mengakibatkan tiga orang
luka-luka, diantaranya Danki Lettu Yusnadi.

Yang mengherankan, sampai sejauh ini belum ada pihak-pihak yang
menyatakan bertanggungjawab atas kejadian itu. Bahkan Biro Penerangan
ASNLF (Aceh Merdeka), Tgk Ismail Syahputra menyatakan pihaknya tidak
bertanggungjawab dengan peristiwa yang menewaskan Danramil Samudra
itu. "Malah kami mencium, peristiwa ini buah dari friksi sesama
angkatan," katanya.

"Pada prinsipnya, kita selalu menghormati semua statement-statement
dari Pusat. Selama ini kami sudah cukup defensif untuk menghormati MoU
jeda kemanusiaan di Aceh. Tapi kesempatan itu dimanfaatkan GBPK untuk
menyerang aparat. Kalau memang mereka juga menghargai kesepahaman itu,
tentu tidak terjadi penembakan seperti ini," papar Dandim Aceh Utara
Letkol Inf Suyatno. Suyatno menuduh, peristiwa yang terjadi setelah
penandatangan MoU 12 Mei lalu dilakukan GBPK. "Mulai dari penculikan,
pemerasan, dan, pembunuhan. Mana komitmen mereka terhadap kesepahaman
itu," gugat Dandim.

Sedangkan pihak GAM yang selalu menjadi sasaran tuduhan militer dan
polisi Indonesia membantah menjadi pelaku peristiwa berdarah itu.
Panglima operasi wilayah Aceh Besar, Ayah Muni, dan komandan pasukan
Gajah Keng T Hamzah, serta Jurubicara Aceh Sumatera National
Liberation Front (ASNLF) Tgk Ismail Syahputra menegaskan, AGAM tidak
bertanggungjawab atas musibah meledaknya ranjau di lintasan antara
Indrapuri-Seulimuem sore kemarin, hingga jatuhnya korban dipihak
Brimob yang di BKO kan di Polsek Jantho, saat truk yang membawa
pasukan itu terkena ledakan.

Semua pasukan GAM, katanya, sekarang ini sudah berada di markas. Dan,
tak ada seorang pun prajurit GAM yang berkeliaran di lapangan. T
Hamzah, mengatakan ada pihak ketiga yang tidak menginginkan Aceh ini
jadi aman. Pihak ketiga yang kini masih membuat kekacauan di Aceh,
katanya, juga telah terlatih. Pasukan terlatih itu yang oleh  Ismail
Syahputra disebutkan sebagai bagian dari pasukan Indonesia yang tidak
sepaham dengan pemerintahan Gus Dur. "Ada friksi antar angkatan,"
katanya. Atau juga ada pihak GAM yang tidak cuka cara-cara diplomasi
yang selama ini dilakukan kelompok Hasan Tiro. Buktinya, Sekjen
Majelis Pemerintahan (MPP) GAM Tengku Don Zulfahri, yang berkedudukan
di Malaysia, tewas ditembak (1/6/2000).

Walaupun sejauh ini belum teridentifikasi pihak yang melakukan
pembunuhan itu namun diduga, Tengku Don dibunuh pihak yang tidak
menyukai korban yang setuju dengan MoU RI-GAM. Tengku Don yang
sebelumnya menetang keras nota kesepahaman RI-GAM, menyatakan
mendukung MoU yang diteken pada 12 Mei 2000 lalu, di Davos, Swiss.

Tengku Don Zulfahri terlahir dengan nama Tengku Don Zulfahri bin
Zainuddin. Hingga tewas ditembak Kamis (1/6/2000) kemarin di Malaysia,
usianya baru 40 tahun. Pengusaha furniture itu berasal dari sebuah
keluarga sederhana di Idirayeuk, Aceh. Ayahnya seorang pegawai
Pertamina di Aceh. Tengku Don menghabiskan masa remajanya di Medan dan
Aceh. Setamat SMA, ia merantau ke Malaysia dan bekerja di sana. (*)


=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: ekspos@excite.com

- --------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org