[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
SiaR-->XPOS: UANG PALSU
Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@excite.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 19/III/5-11 Juni 2000
================================================
UANG PALSU
(LUGAS): Saking banyaknya praktek kejahatan yang terjadi di negeri
ini, kita nyaris tak bisa membedakan mana kejahatan yang paling
merugikan rakyat dan negara, mana yang kurang merugikan. Semua sama
saja. Hari ini muncul sebagai headline di berbagai suratkabar, besok
sudah hilang. Terbongkarnya mafia pemalsu uang yang melibatkan
sejumlah oknum militer purnawirawan baru-baru ini pun, dikhawatirkan
akan bernasib sama.
Pemeriksaan terhadap pelaku utama Kolonel (purn.) Soemarjono yang juga
orang dekat Jenderal (pur.) Wiranto itu, sempat dihentikan karena yang
ia enggan bicara. Belum lagi jelas ke mana kasus ini akan mengarah,
sudah muncul pula berita tentang kemungkinan dipalsukannya uang
pecahan Rp100.000 --meskipun hal ini sudah dibantah oleh Aulia Pohan
dari BI. Makin nyatalah dugaan banyak orang bahwa uang palsu yang
telah beredar di masyarakat, jumlahnya jauh lebih besar dari yang
dilaporkan secara resmi oleh pemerintah. Entah sejauhmana keseriusan
Polri untuk menuntaskan kasus ini.
Sebagai bagian dari warga masyarakat, kita tampaknya harus aktif
mendorong pemerintah maupun aparat penegak hukum untuk tidak bertindak
setengah hati. Seperti dikemukakan Deputi Senior Gubernur BI, Anwar
Nasution, kendati peredaran uang palsu --menurut data resmi-- baru
mencapai 0,0001 persen, tapi dampak yang bisa ditimbulkannya bisa amat
besar. "Kalau orang sudah tidak percaya pada uang yang dipegangnya,
ini bisa mengganggu sekali," ujar Anwar. Menurut Anwar, uang palsu itu
bisa menyebabkan situasi ekonomi negara tidak stabil. "Itu perbuatan
yang menimbulkan keonaran, sehingga pelaku-pelakunya harus digantung,
biar kapok."
Kendati diucapkan dengan nada bercanda, namun apa yang diucapkan oleh
Anwar kiranya harus ditindaklanjuti secara serius. Betapa tidak? Dalam
situasi ekonomi negara yang masih morat-marit seperti sekarang, dampak
buruk dari uang palsu ini bukan saja hilangnya kepercayaan masyarakat.
Lebih dari itu, kepercayaan internasional terhadap komitmen Indonesia
untuk menjadikan negaranya sebagai ladang investasi, juga bisa rontok.
Dan itu berarti mimpi buruk.
Sebetulnya, dengan memberi perhatian lebih serius terhadap penanganan
masalah ini, pemerintah juga bisa pula mengamankan legitimasi yang
kini masih dimilikinya. Mengapa demikian? Sebab, informasi dari
berbagai sumber menunjukkan adanya keterkaitan antara mafia pemalsu
uang ini dengan praktek money politics dari elit politik tertentu,
yang sengaja "menggoyang " pemerintah lewat aksi kerusuhan di berbagai
daerah. Nah, ragu apa lagi? (*)
=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: ekspos@excite.com
- --------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org