[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
SiaR-->XPOS: TAK ADA JEDA DI ACEH
Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@excite.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 19/III/5-11 Juni 2000
================================================
TAK ADA JEDA DI ACEH
(POLITIK): Data Setwilda Aceh Selatan, menyebutkan, gangguan keamanan
yang terjadi Mei 1999-Mei 2000 menelan korban 110 orang meninggal
(Sipil dan TNI/Polri), tujuh orang hilang, 35 luka berat, 457 luka
ringan serta 61 rumah atau benagunan masyarakat dibakar/mengalami
kebakaran (lihat daftar -red). Dalam hal ini tidak termasuk gedung
sekolah (SD/MI, SLTP dan SMU) yang dibakar yang jumlahnya mencapai
puluhan. Sedangkan selama lima bulan, dari Januari hingga pertengahan
Mei 2000, menurut catatan Serambi Indonesia, sedikitnya 84 kali
terjadi penggranatan terhadap berbagai markas aparat keamanan maupun
kantor pemerintah lainnya. Sementara, korban tindak kekerasan kelompok
tak dikenal atau mayat yang ditemukan sejumlah mencapai 78 orang.
Sementara itu pendantanganan MoU jeda kemanusiaan di Davos Swiss
tetatp tidak digubris oleh kelompok tertentu di Aceh. Berikut adalah
peristiwa yang terjadi pasca penandatangan MoU jeda kemanusiaan:
1. Lima bom molotov dilempar ke rumah-rumah penduduk dan anggota
polisi serta kantor pemerintah yang sebelumnya telah disiram bensin
(14-15/5).
2. Anggota Brimob BKO Polsek Jantho dilaporkan digranat oleh
Gerombolan Bersenjata Pengacau Keamanan (GBPK) dengan menggunakan
senjata pelontar/GLM di kawasan Indrapuri, Aceh Besar, Senin (15/5).
Penyerangan terhadap anggota Brimob yang mengakibatkan tiga orang
anggota mengalami luka-luka terkena serpihan granat.
3. Camat Sawang, Aceh Selatan, Drs Sumiadi, hilang diculik orang tak
dikenal, sejak (15/5), saat dalam perjalanan dari Sawang menuju
Tapaktuan -ibukota Aceh Selatan.
4. Senin (15/5) pagi pukul 00.05 WIB rumah HM Usman Kari (65) di Desa
Ara Kec. Syamtalira Arun, nyaris hangus dibakar kelompok tak dikenal.
Bangunan rumah yang telah disiram dengan bensin dan solar luput dari
kebakaran lantaran penghuni rumah terjaga dari tidur.
5. Sedikitnya 13 warga Desa Mata Ie, Kec. Ranto Peureulak, Aceh Timur,
mengaku telah dianiaya oleh pasukan TNI Sat Rajawali III Pos Ranto
Peureulak (Kebun Karang Inong PTPN-I), Rabu (17/5) siang. Tiga warga
luka berat, dan 12 KTP masih ditahan aparat. Saiful Bahri memaparkan,
kejadian berawal ketika pasukan Sat Rajawali (10 personil) melakukan
patroli sekaligus 'sweeping' di kawasan Desa Mata Ie, sekitar 11 km
dari Jalan Raya Banda Aceh-Medan.
6. Udin (26), warga Desa Cot Rheu, Kec. Kutamakmur, "dipaksa" lari dan
selanjutnya dikejar oleh 20-an anggota Polri sampai akhirnya
"dieksekusi" di sebuah lokasi di sekitar kawasan Cot Sabong, sekitar
300 meter dari lokasi razia helm di depan Poslantas Cunda Kec. Muara
Dua, Aceh Utara, Rabu (17/5).
7. Di Montasik, Aceh Besar, dua orang anggota Brimob yang di-BKO-kan
di Polsek Montasik, kemarin petang (17/5), sekitar pukul 17.00 WIB
ditembak oleh sipil bersenjata, tak jauh dari markas Polsek setempat.
Kedua prajurit mengalami luka-luka berat dan dalam penanganan intensif
tim medis RSUZA Banda Aceh.
8. Delapan warga desa pesisir utara Kota Lhokseumawe, Kamis (18/5)
dinihari, tewas ditembak aparat keamanan. Warga mengidentifikasi
korban sebagai masyarakat biasa yang sedang menonton televisi,
sedangkan aparat mengklaim mereka adalah anggota kelompok sipil
bersenjata. Peristiwa itu diawali oleh kegiatan aparat kepolisian
menggerebek sebuah rumah di Dusun Seulanga, Desa Hagu Barat Laoet,
Kec. Banda Sakti, Aceh Utara. Tak lama kemudian terdengar rentetan
suara tembakan cukup lama. Tujuh dari delapan korban tewas itu adalah
penduduk Desa Hagu Barat Laoet. Masing- masing M Nasir Yusuf (23),
Zulfikar Yusuf (23), Zulkifli Jamil (25), Usman Hasan (42), Sofyan (32
tahun, sebagian besar warga menyebut namanya Musran), Basyir (26), dan
Mahdi Ahmad (22). Sementara satu lainnya adalah Samsul (34), warga
Desa Hagu Teungoh.
9. Dua peristiwa penyerangan terhadap aparat yang melakukan patroli,
Sabtu (20/5), dilaporkan terjadi di kawasan Seulawah, Aceh Besar, dan
Teunom, Aceh Barat. Akibat peristiwa itu, satu aparat dan seorang
sipil meninggal dunia.
10. Rumah PT Pelni di Cunda, Kec. Muara Dua, Aceh Utara, Sabtu sore
(20/5) dimangsa sijago merah. Akibatnya satu ruangan berikut sejumlah
arsip dan perabot tua sempat terbakar sebelum masyarakat setempat
turun tangan memadamkan api dan dibantu satu unit Mobil Pemadam Pemda.
11. Sedikitnya tujuh warga Ranto Peureulak yang dituduh sebagai
pencuri dan penadah sawit milik PT Perkebunan Nusantara I mengaku
dianiaya aparat TNI Sat Rajawali III yang berposko di Kebun Karang
Inong PTPN I, Ranto Peureulak, Aceh Timur.
12. Tiga orang sipil tewas akibat ditembak di kawasan perbukitan Desa
Pante Kuyun, Kec. Setia Bakti, Aceh Barat, Rabu (24/5) sekitar pukul
11.00 WIB. Pihak keamanan di sana mengatakan penembakan itu terpaksa
harus dilakukan karena rombongan pasukan TNI BKO Koramil Lageun yang
sedang berpatroli rutin dihadang oleh kelompok bersenjata.
13. Satuan Polri dan Polisi Militer (POM), Kamis siang (25/5),
terlibat kontak senjata selama hampir 30 menit di Jalan Iskandar Muda,
Lhokseumawe. Akibat insiden yang dinyatakan salah paham itu, seorang
perwira muda CPM dan sersan mayor polisi meninggal, serta delapan
prajurit TNI/Polri mengalami luka tembak. Kontak senjata itu pecah
persis di halaman markas Detasemen Denpom I/I Lhokseumawe yang hanya
terpaut jarak sekitar 400 meter dari pusat kota, dan merupakan
lingkungan militer. Selain markas Denpom, di kawasan itu juga terdapat
kantor Korem, Kodim, asrama perwira TNI-AD, kediaman Danrem, dan dua
unit hotel, di samping perumahan penduduk.
14. Markas Koramil dan Polsek Kuta Makmur, Aceh Utara, yang diserang
dengan GLM dalam waktu yang hampir bersamaan, Jumat (26/5).
Diperkirakan satu regu sipil bersenjata melakukan penembakan dengan
senjata pelontar GLM pada pukul 19.20 WIB.
15. Pasukan gabungan TNI/Polri kembali menggerebek markas GAM yang
berlokasi di kawasan Tanoh Mirah, Kec, Krueng Sabe, Aceh Barat, Jumat
(26/5) sekitar pukul 06.30 WIB. Peristiwa penggerebekan yang diwarnai
kontak senjata selama 20 menit itu, menewaskan tiga orang yang
disebut-sebut sebagai orang GAM. Selain menewaskan tiga anggota GAM,
pasukan gabungan TNI/polri yang berjumlah 63 personil yang dibentuk
dalam dua tim itu, berhasil menyita satu pucuk pistol rakitan, 10
butir munisi M-16 kaliber 9 MM, satu granat rakitan yang masih aktif,
dan satu unit sepeda motor jenis Honda Cup 700.
16. Dua karyawan yang bertugas sebagai operator sumur gas alam
(cluster) Mobil Oil (MOI), Bambang Sarwono (36) dan Zakaria (32),
Sabtu (27/5) siang, disandera sekelompok orang bersenjata dengan
tuntutan tebusan Rp 4 milyar.
17. Letkol Inf. Sulaiman Ahmad SH (55) diketemukan tewas dalam kondisi
mengenaskan di Desa Lancang Barat, Kec. Dewantara, Aceh Utara, Minggu
(28/5). Kepala Biro Tenaga Kerja (Karonaker) PT KAA itu sebelumnya,
Sabtu (27/5) telah diculik sekitar delapan orang sipil bersenjata di
Desa Ulee Nyeeu, Nisam, Aceh Utara.
18. Pada hari yang sama Minggu (28/5) juga ditemukan di Desa Padang
Sakti, Kecamatan Muara Dua, Aceh Utara. Mayat itu diidentifikasi
sebagai Mansur alias Tjut Aja (32), ia diduga salah satu korban luka
dan sempat melarikan diri dalam insiden Hagu Barat Laut, Lhokseumawe
hari Kamis (18/5) dan menewaskan delapan orang sipil.
19. M Nur Yakob (47), penduduk Blang Jruen Kacamatan Tanah Luas Aceh
Utara, diculik kelompok tak dikenal Minggu (28/5). Korban diambil dari
mobilnya, Suzuki Katana warna Hitam BL 978 KT oleh dua sipil
bersenjata yang segera membawanya ke arah Desa Bayi Kec. Tanah Luas.
20. Tarmizi bin Ismail Ubit (38), penduduk Seuneubok Kuyun, Idi
Rayeuk, Aceh Timur tewas akibat kepalanya didor dalam jarak dekat oleh
dua aparat TNI dari Tim Rajawali, pukul 06.00 WIB Minggu (28/5) di
desanya. Korban dinyatakan aparat sebagai prajurit GAM, antara lain,
karena membawa GLM (senjata pelontar granat). Selain Tarmizi, penduduk
sipil lainnya yang terkena tembakan serabutan itu adalah Alawiyah
binti Ahmad (20). Wanita ini tertembak di pahanya. Aparat juga
menangkap Mahdi dan Ishak Ahmad (keduanya 27 tahun). Nasib Ishak Ahmad
cukup tragis. Karena, setelah ditangkap aparat, pahanya digigitkan ke
anjing.
21. Hasan Basri (28) warga Dusun Payung, Desa Baet, Kec. Pembantu
Kuala Gigieng, Aceh Besar, Senin sore kemarin (29/5) ditembak orang
tak dikenal di kawasan Krueng Cut (Km 6, Jalan Banda Aceh-Krueng
Raya).
22. Lettu Infanteri Katimin (44), Danramil Samudera tewas ditembak dua
orang tak dikenal (29/5). Tiga lubang bekas peluru menembus kepalanya.
(*)
=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: ekspos@excite.com
- --------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org