[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

SiaR-->XPOS: PUISI SEORANG KROCO UNTUK PARA KOMANDAN




Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@excite.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 19/III/5-11 Juni 2000
================================================

PUISI SEORANG KROCO UNTUK PARA KOMANDAN

(POLITIK): Para pembunuh Tgk Bantaqiah sudah divonis. Sedang pemberi
perintah dan otak pembunuhan tersebut masih bebas.

Duapuluhlima terdakwa kasus pembunuhan terhadap Tgk Bantaqiah cs
divonis hukuman penjara antara 8,5 sampai 10 tahun. Selain itu, hakim
juga menetapkan agar semua terdakwa terus ditahan.

Putusan itu dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh yang
menggelar perkara koneksitas, Rabu (17/5). Di antara 25 terdakwa yang
dihukum 8,5 tahun itu adalah (terdakwa 1 sampai 11), Kapten Inf Anton
Yuliantoro, Letda Inf Maychel Azmi, Serda Hadi Pratoyo, Praka Wahyono,
Praka Darsito, Pratu Budiman, Praka Suratno, Prada Yuliansyah, Pratu
Herlansyah, Pratu Heriyanto (semuanya anggota Yon Linud 328 Kostrad
Cilodong Bogor-Jabar), dan Taleb Aman Suar, satu-satunya terdakwa
sipil.

Sedangkan terdakwa (12 sampai 24) yakni Lettu Trijoko Adiwiyono, Serka
Wandiman, Sertu Joko Nugroho, Serda Suhartono, Serda Khaidir, Serda
Mukri, Serda Muhammad Ibrahim Nasution, Serda Syaiful, Praka Fres
Ronald Wacarole, Praka Toto Hendarto, Pratu Syaiful Fadli, Pratu
Firmansyah, Serka Harapenta Bangun, dijatuhi hukuman 9 tahun penjara.
Sementara Pratu Indra Suryatma Wijaya (terdakwa 25) dijatuhi hukuman
10 tahun penjara. Semua hukuman itu dipotong dengan masa tahanan
sementara.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin hakim Ketua Ruslan
Dahlan SH dibantu anggota majelis Kolonel CHK Amiruddin SH, Zulkifli
SH, Sarbuan Harahap SH, dan Letkol CHK PT Piter SH berkesimpulan bahwa
perbuatan seluruh terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah
melakukan tindak pidana pembunuhan secara bersama-sama sesuai dengan
dakwaan jaksa penuntut umum subsider melanggar pasal 338 Jo pasal 55
ayat (1) ke 1 KUHP.

Dan yang paling menarik dari sidang konseksitas selama ini adalah
pembelaan terdakwa yang diwakili Lettu Trijoko Adiwiyono yang ditulis
dalam secarik kertas HVS dan dibacakan sewaktu sidang pembelaan: 

//Kami selaku prajurit TNI harus tunduk dan patuh terhadap perintah
atau putusan atasan...//
//Kalau kami dianggap berjasa terhadap bangsa dan negara, kami akan
bangga. Kalau kami dianggap bersalah, masuk penjaralah yang kami
terima. Kalau kami mati, taman makamlah yang siap menanti raga
kami...//
//Janganlah kami dianggap prajurit-prajurit pembunuh orang yang tidak
berdaya//
//Janganlah kami dinggap mesin-mesin pembunuh yang menghilangkan nyawa
orang dengan mudahnya//
//Janganlah kami dianggap manusia kejam dan tega yang tidak mempunyai
rasa perikemanusiaan// (*)


=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: ekspos@excite.com

- --------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org