[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
MeunaSAH---DUA WARGA LHOKSEUMAWE LENYAP
DUA WARGA LHOKSEUMAWE LENYAP
LHOKSEUMAWE, (MeunaSAH, 8/6/2000). Nasib Ilyas Hasbi (27) penduduk
Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti, Kotif Lhokseumawe dan Zulkifli
Syamsyah (50) penduduk Ulee Jalan kecamatan sama, sampai siang kemarin
masih misterius. Mereka menghilang bersama satu unit sepeda motor
milik Ilyas, Rabu malam (31/5), sekitar pukul 21.00 WIB ketika melihat
lembu yang akan dipotong di Ujong Blang. Sementara mantan narapidana
Abubakar juga belum diketahui jejaknya.
Mahiddin yang mengaku adik kandung Ilyas mengharapkan, semua pihak
untuk memberitahukan kepada keluarga nasib kedua orang itu. "Kami
sangat mendambakan mereka selamat dan pulang untuk bergabung dalam
keluarganya masing-masing seperti biasa," ujar Mahiddin.
Kalaupun korban sudah meninggal, pihak keluarga memohon
diberitahukan, sehingga dapat dipardhukifayahkan sebagaimana orang
muslim lainnya.
Ilyas yang berkereja hari-hari sebagai nelayan, ketika meninggalkan
rumah malam itu, tidak meninggalkan pesan apa-apa pada isteri dan
anak-anaknya.
Sebelumnya, menurut putra Zulkifli, Rabu malam itu, sekitar pukul
22.00 WIB, ayahnya sedang menonton TV di sebuah warung kopi. Tiba-tiba
datang Ilyas dengan sepeda motor dan mengajak Zulkifli pergi. "Katanya
mau diajak melihat lembu untuk dipotong di Ujong Blang," kata putra
sulung Zulkifli, Fakri (25). Menurut Fakri, ayahnya sehari-hari
bekerja sebagai tukang potong hewan.
Namun setelah pergi dengan Ilyas ke Desa Ujong Blang yang masih
termasuk desa tetangga Ulee Jalan. pada malam itu Zulkifli tidak
kembali lagi ke rumahnya. "Saya sudah mendatangi rumah Ilyas di Ujong
Blang. Tapi keluarganya bilang Ilyas juga menghilang bersama sepeda
motor yang digunakan untuk menjemput Bapak," kata Fakri.
Fakri yang mempunyai tiga adik lelaki dan satu adik perempuan,
mengharapkan informasi dari semua pihak yang mengetahui keberadaan
ayahnya. Disebutkan, Zulkifli mempunyai badan kekar dengan postur 165
cm. Korban berkulit sawo matang dan rambut lurus pendek. "Saya memohon
Bapak tidak diapa-apakan. Beliau tidak mempunyai kesalahan apapun.
Keberadaan Bapak bagi saya dan adik-adik yang masih dalam masa
sekolah, sangat berarti," katanya dengan nada sedih.
Abubakar bin Arifin (34), warga Desa Paya Beurandang, Kecamatan
Lhoksukon Aceh Utara, mantan narapidana politik yang Desember 1999
lalu memperoleh amnesti Presiden RI dinyatakan hilang 24 April lalu.
Keluarga korban telah mencari ke berbagai pos aparat keamanan, namun
sampai sekarang belum diketahui di mana korban ditahan.
Abubakar adalah satu di antara beberapa pelaku tindak kriminalitas
perampokan BCA beberapa tahun lalu dan dihukum hakim PN Lhokseumawe.
Namun, pada 10 Desember 1999 lalu mendapat amnesti dari Presiden RI
bersama 15 narapidana lain di penjara Siborong-borong, Tapanuli Utara,
Medan.
Melalui surat Keputusan Presiden Nomor 157 tahun 1999 yang
ditandatangani Abdurrahman Wahid, dinyatakan Abubakar bin Arifin
dibebaskan dari kurungan. Korban mendapat amnesti bersama seorang
tokoh GAM Ishak Daud dan 13 orang lainnya dari dan luar Aceh.
Ayah kandung korban Tgk Arifin (65), mengatakan putranya hilang 24
April lalu saat menjenguk keluarganya di Lhoksukon. Menurut Tgk Arifin
dan isterinya Ny Nukisah Insya (50) mengatakan korban baru sekitar
empat bulan menjalani masa bebas di Lhoksukon. Sementara ibu kandung
korban Ny Nukisah, mengaku sejak anaknya menghilang tak dapat tenang
jiwanya, malah sering tidak makan, sehingga membuat tubuhnya semakin
kurus kering. Ia berharap aparat keamanan atau siapa saja yang menahan
anaknya itu dapat membebaskan dan kalau ia memang bersalah mohon
dipertemukan. ***
- ----------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org