[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

TNI Watch!---DOKUMEN PALSU DONGKEL PANGKOSTRAD




DOKUMEN PALSU DONGKEL PANGKOSTRAD

	JAKARTA, (TNI Watch! 9/6/2000). Pangkostrad, Letjen TNI Agus
Wirahadikusuma dan Asisten Teritorial KASAD, Mayjen TNI Saurip Kadi
akan digeser. Dua jendral reformis itu menjadi sasaran tembak
lawan-lawan politik mereka di tubuh TNI Angkatan Darat dengan
penyebaran dokumen yang dikenal sebagai "Dokumen Bulak Rantai". Bulak
Rantai adalah kawasan perumahan tentara di mana Saurip tinggal.

	Dokumen Bulak Rantai disebutkan berisi pertemuan beberapa perwira TNI
Angkatan Darat, seperti Letjen Agus WK, Mayjen Saurip Kadi dan
beberapa perwira TNI reformis lainnya dengan beberapa elit politik.
Dalam dokumen disebutkan pertemuan seolah-olah, pertemuan di rumah
Saurip itu dihadiri beberapa tokoh politik, antara lain; Bondan
Gunawan (saat itu pejabat sementara Sekretaris Negara), Marsilam
Simanjuntak (Sekretaris Kabinet), Rahman Tolleng (tokoh Forum
Demokrasi), Franz Magnis Suseno (anggota Forum Demokrasi), Th
Sumartana dengan kalangan perwira TNI yang selama ini dikenal reformis
seperti; Pangkostrad, Letjen TNI Agus Wirahadi kusuma, Aster KASAD,
Mayjen Saurip Kadi, Kasdam Jaya, Brigjen TNI Romulo Robert Simbolon
dan beberapa lainnya.
 
	Konon dokumen yang sengaja disebar itu bertujuan mengadu domba
kelompok Agus WK yang berkoalisi dengan orang-orang dekat Gus Dur dari
lingkungan Forum Demokrasi (Fordem), seperti Marsilam, Bondan Rahman
Tolleng dengan orang-orang dekat Gus Dur lainnya dari kalangan NU dan
PKB seperti Gus Im, Rozy Munir, Alwi Shihab, Syaefulloh Yusuf dan
lain-lain.

	Orang-orang dekat Gus Dur dari lingkungan NU dan PKB, cukup gusar
dengan manuver kelompok TNI reformis dan Fordem. Mundurnya Bondan
sebagai Sekretaris Negara, antara lain juga karena desakan orang-orang
NU. Dan, kelompok Gus Im melihat mundurnya Bondan harus diikuti
mundurnya kelompok perwira TNI yang dianggap dekat dengan mereka.
Kelompok Gus Im yang didukung Partai Golkar, juga tengah mendesak Gus
Dur agar memecat Marsilam Simanjuntak.

	Namun, soal dokumen tadi, Saurip Kadi membantah kebenaran isi dokumen
itu. Pertemuan di tempat tinggalnya hanyalah pertemuan selamatan
kenaikan pangkatnya dari brigjen menjadi mayjen. "Jadi sama sekali
bukan pertemuan politik," ujarnya kepada TNI Watch!. Dalam acara
selamatan itu, Saurip mengundang 80 perwira TNI berpangkat kolonel ke
atas.
 
	Meski begitu, berbagai sumber menyebutkan, akibat dokumen tersebut
Agus WK, Saurip Kadi, Kasdam Jaya Brigjen TNI Romulo Simbolon akan
digeser pekan depan dari pos nya masing masing. Agus WK akan digeser
ke posisi memimpin Kodiklat (Komandan Pendidikan dan Latihan) TNI AD
di Bandung menggantikan Letjen TNI Djaja Suparman. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku
TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia
yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya.
Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi
bersama-sama.

- ------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org