[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
SiaR-->XPOS: GERTAKAN UNTUK LASKAR JIHAD
-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
Homepage: Under contruction
E-mail: ekspos@excite.com
Xpos, No 21-28 Mei 2001
=============================================
GERTAKAN UNTUK LASKAR JIHAD
Polisi menangkap Ja'far Umar Thalib dan Alex Manuputty, dua pemimpin
fundamentalis konflik Maluku.
Polisi akhirnya punya keberanian menangkap Ustadz Ja'far Umar Thalib,
Panglima Laskar Jihad Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Pria berjenggot, bersorban
dan berjubah ini ditangkap, Jumat, 4 Mei 2001, di bandar udara Juanda,
Surabaya. Ketika ditangkap ia ditemani Abdulaziz, Abu Jabbir, Abdulghafar
dan Irji', pengurus Forum Komunikasi Ahlus Sunnah Wal Jamaah Surabaya.
Penangkapan Ja'far cukup a lot, karena orang ini melawan petugas berpakaian
preman dari Polda Jawa Timur dan Mabes Polri.
Lima belas orang polisi berpakaian preman dikerahkan untuk menangkap orang
ini. Lima orang polisi mendekati Umar Thalib dan mengatakan hendak
menangkapnya. Namun, Umar Thalib mencoba menghardik polisi. "Saya tidak
mau. Memangnya saya buronan. Saya bukan tipe orang yang sembunyi-sembunyi.
Saya orang yang gentle!" Ketika itu Ja'far hendak berangkat ke Makassar.
"Nanti saja sehabis saya khotbah Jumat di Makassar. Insya Allah, hari Senin
saya akan datang." Ja'far menunggu di Kafetaria. Polisi tidak segera
menangkapnya. Ja'far memutuskan untuk berangkat ke Makassar. Namun, sampai
di pintu keluar kafetaria, Ja'far ditangkap secara paksa oleh sepuluh
aparat berpakaian preman. Ja'far berteriak, "Ayo! Saya sudah siap mati!"
Namun, Ja'far akhirnya menyerah. Surat penangkapan Ja'far ditandatangani
ditandatangani Ajun Komisaris Pertama Juarsa.
Semula Ja'far hendak dibawa ke markas Polda Jawa Timur, namun mobil yang
mengangkut Ja'far hanya memutari markas Polda lalu berputar kembali menuju
bandara Juanda. Dari sana, Ja'far diterbangkan ke Jakarta. Para pengikut
Ja'far bersikeras mengikutinya ke Jakarta. Namun, polisi mencegahnya.
Ja'far ditangkap dengan tuduhan melakukan penganiayaan dan pembunuhan berat
terhadap seorang anggota Laskar Jihad bernama Abdulah (35 tahun). Abdulah
"dijatuhi hukuman" rajam oleh "pengadilan" yang dipimpin "hakim tunggal"
Ja'far Umar Tholib di Ambon. Hukuman rajam inilah yang dimaksud polisi
sebagai penganiayaan dan pembunuhan. Ja'far juga dituduh melakukan
penghasutan dan pernyataan permusuhan terhadap agama. Dengan tuduhan yang
pertama, yakni perintah rajam untuk Abdulah saja, Ja'far bisa dijatuhi
hukuman yang berat. Hukuman rajam itu dilakukan secara terbuka, demikian
juga pengadilan terhadap Abdulah. Tidak sulit bagi polisi dan jaksa untuk
membuktikannya.
Ja'far sebenarnya sudah akan ditangkap polisi ketika mobil bermuatan
amunisi milik Laskar Jihad meledak di Nganjuk, Jawa Timur. Oleh Polisi Ia
diyakini bertanggungjawab terhadap pembobolan gudang senjata milik Brimob
di Ambon dan pembakaran asrama Polda Maluku di Tantui, Ambon.
Sebelumnya, di Ambon, Ketua Front Kedaulatan Maluku (FKM), Alex Manuputty
ditangkap polisi atas perintah Kapolda Maluku, Brigjen Firman Gani. Alex
ditangkap karena memimpin pengibaran bendera Republik Maluku Selatan
(RMS). Alexs ditangkap Senin, 30 April sekitar pukul, 09.15 WIT. Menurut
Kapolda, pimpinan kelompok Kristen itu ditahan hingga proses pengadilan
digelar. Penahan Alex ini memang miskin publikasi. Eggy Sudjana tidak tahu
bahwa pemimpin kelompok Kristen Maluku justru lebih dulu ditangkap. Eggy
mengatakan bahwa polisi tidak adil karena pemimpin pihak Kristen tidak ada
yang ditangkap.
Di Ambon, penangkapan Alex diprotes ribuan orang. Mereka datang ke Mapolda
menuntut pembebasan Alex. Selain menuntut pembebasan Alex, mereka meminta
agar digelar sidang peradilan internasional di Maluku untuk menyelesaikan
persoalan di Maluku. Mereka juga meminta agar orang dari luar Maluku untuk
segera keluar dari daerah ini.
Penangkapan Ja'far memang menimbulkan amarah di kalangan Laskar Jihad.
Mereka berencana mengerahkan pasukan dari Maluku ke Jakarta untuk
membebaskan panglimanya.
Di Maluku, Laskar Jihad justru menyalakan lagi permusuhan yang sebenarnya
sudah berhasil dipadamkan. Laskar ini pada awal kedatanganya dari Jawa
dimusuhi Kostrad dan Brimob. Belakangan, ketika satuan gabungan yang
terdiri dari Kopassus, Marinir, dan Paskhas, datang ke Maluku, laskar ini
memusuhinya. Banyak anggota laskar yang terbunuh karena bentrokan-bentrokan
dengan satguan tugas gabungan ini.***
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org
-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: PGPfreeware 6.0.2i
iQCVAwUBOv+IzKQgNU9vZyxNAQFMXwP+JDqHucWclnm2/G0ZXJB++x/fDBNe9z2y
41J7FLR202lV7CSX1UHYtwPhyuG4w/ZJXe+1MbH1+NcQt5TJACadYrjJF4/j0RfV
743OVqlAscr/RFdfckDWANvqIyQfA5i8KBq8dFnQe8n9Z7bPXoPt2cPSbfuHIf/5
rCbNZaa7ctM=
=Nsex
-----END PGP SIGNATURE-----
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org