[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]
!qrA-->JJ KUSNI: SANSANA SIAMANG LUKA
JJ. KUSNI :
SANSANA SIAMANG LUKA
aku mendengar jerit siamang luka
apakah dibidik madura
lari diburu dayak masuk rimba?
aku mendengar gemuruh hutan
oleh sayap-sayap burung menghambur
apakah ketakutan melihat darah mencurat
ketika tubuh demi tubuh roboh hilang kepala
angin hutanpun tak lagi sempat menghitung
bergegas lalu meninggalkan daerah pertikaian
sampit
mentaya
semak-semak
hutan bakau
tepian
dan lanting
amis
dan busuk
menusuk udara
dunia terperanjat
tak lagi sempat
bertanya
mengapa dayak mengamuk
kekagetan menumpulkan benak
menumpulkan kemampuan
dalam menyelam gejala
tinggal mengapung-ngapung di kedangakalan
pelajaran sekolah
tinggi atau rendah
sejarah
filsafat
psikologi
sosiologi
antropologi
hukum
apalagi budaya
geografi makna
dalam kengerian
segalanya dicampakkan
hingga kertas-kertas koran
layar televisi
bau kotoran
kencing dan berak
orang-orang takut
tapi kotoran ini
hebatnya laku
diperjual-belikan!
kehidupan
jadi pesing
dan bau
bau kedangkalan
kianat
serta keculasan
nurani tercabik
pesing dan bau
oleh uang
aku mendengar jerit siamang luka
aku mendengar gemuruh hutan
ketika burung-burung menghambur ketakutan
akupun melihat gunung,tanah, danau dan sungai jadi merah
bukan karena warna senja ataupun pagi baru merekah
tapi karena darah tubuh tanpa kepala di segala arah, dik
ketakutan menjadikan orang-orang belum mampu bertanya
hanya bertutur dengan nafas terengah
mengisahkan gejala kasat mata
"kejadian mengerikan telah terjadi di kalteng"
"katingan, mentaya dan saruyan bau amis"
"orang dayak itu pembunuh sadis"
agaknya sah sang kaisar boleh membakar rumah
orang dayak tak boleh menyalakan tungku
apakah ini kemanusiaan dan modernitas?
apakah ini keadilan dan republiken
dan dayak hanya boleh jadi jipen?
kutulis baris-baris ini menanyai nuranimu
nuranimu yang di utara
di timur
di barat atau selatan
dari jauh
dari tengah musim bunga eropah
dengan langit masih menurunkan dingin
menggigilkan tubuh dan jiwaku
aku menundukkan kepala kepada segala yang hilang
dayak ataupun madura
mengenang kalimantan pulau kelahiran
sambil mengusap darah luka jiwaku sendiri
aku melihat dunia sudah begini jauh tenggelam
sekolah-sekolah tinggi
bukan tanda kita tamat dari sekolah rendah
ataupun taman kanak-kanak
kita kembali menjadi bocah
belajar merangkak
o, dandau, dandauku
siamang luka itu
akulah!
ya, aku
yang rengan tingang
anak jata
punya tanah
berladang di tepi
punya garam
hambar dirasa
punya atap
basah muatan
tapi masih saja kucintai kau, hidup
dandau tunggalku!
tetap saja
kucintai kau!
maka tabur, taburlah, dandau
taburlah beras kuning garam berabu
taburlah mereka
taburkan
demi kehidupan
lewu
dan pulau!
tabur
mari kita taburkan
ala ice
ala due
ala telo
Paris, Maret 2001
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: siarlist-unsubscribe@minihub.org
For additional commands, e-mail: siarlist-help@minihub.org